Apakah Muslim Menyembah Ka'bah?
Posted on Sunday, October 28, 2012
|
1 Comment
Apakah Muslim Menyembah Ka'bah?

Pertanyaan:
Saat Islam Melarang menyembah berhala mengapa Muslim menyembah dan sujud ke Ka'bah dalam sholat mereka?
Jawaban:
Ka'bah adalah kiblat yaitu arah Tubuh Muslim selama mereka sholat. Adalah penting untuk dicatat bahwa walaupun Muslim menghadap ke Ka'bah selama sholat, mereka tidak menyembah Ka'bah. Muslim menyembah dan sujud kepada tidak yang lainnya selain kepada Allah.
Disebutkan dalam Surah Baqarah:
"Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. ..." [Al-Qur'an 2:144]
1. Islam Menjaga Persatuan
Misalnya, jika ada sekelompok Muslim ingin shalat, bukan tidak mungkin ada yang ingin menghadap ke utara, sementara beberapa lagi ingin menghadap selatan. Dalam rangka untuk mempersatukan mereka dalam menyembah Allah yang Maha Esa, Muslim, dimanapun mereka berada, diminta untuk hanya menghadap ke satu arah yaitu ke Ka'bah. Jika beberapa Muslim tinggal di barat dari Ka'bah mereka menghadap ke timur. Demikian pula jika mereka tinggal di timur dari Ka'bah mereka menghadap ke barat.
2. Ka'bah adalah Pusat Dunia pada peta
Muslim adalah orang yang pertama menggambarkan peta dunia. Mereka menggambarkan pete tersebut dengan menggambakn selatan diatas dan utara dibawah. Ka'bah ada di tengahnya. Kemudian kartografer(pen-penggilan kepada orang yang membuat peta) barat menggambar peta dengan membalikkannya utara diatas dan selatan di bawah. Namun, Alhamdullilah Ka'bah tetap di tengah(pusat) dari peta dunia.
3. Tawaaf mengelilingi Ka'bah untuk mengindikasikan Keesaan Tuhan.
Ketika sekelompok Muslim pergi ke Masjidil Haram di Mekkah, mereka melakukan Thawaf atau membentuk lingkaran mengelilingi Ka'bah. Perbuatan ini melambangkan kepercayaan dan penyembahan Tuhan Yang Maha Esa, karena, sama seperti lingkaran yang memiliki satu pusat, ibadah pun demikian, Hanya Allah(SWT) sebagai pusat penyembahan.
4. Hadis dari Umar (Semoga Allah meridhainya)
Mengenai batu hitam, hajrul aswad, ada sebuah hadis yang diriwayatkan Oleh Umar bin Khattab r.a sahabat Nabi Muhammad (SAW),
Menurut kitab Sahih Bukhari, Volume 2, buku Haji, bab 56, No. 675. Umar (semoga Allah meridhainya) berkata, "Saya tahu bahwa kamu adalah sebuah batu yang tidak dapat bermanfaat dan tidak merugikan. Jika aku tidak melihat Nabi (SAW) menyentuh dan menciummu, saya juga tidak akan menyentuh dan menciummu ".
5. Orang berdiri di atas Ka'bah dan mengumandangkan adzan.
Pada masa Nabi, orang bahkan berdiri di atas Ka'bah dan mengumandangkan adzan atau penggilan untuk sembahyang. Tanyakan lah kepada orang yang memfitnah bahwa Muslim menyembah Ka'bah; Penyembah yang mana yang berdiri diatas penyembahnya?
"ADANYA KA'BAH ADALAH CIRI
ReplyDeleteAGAMA DARI ALLAH"
Berikut adalah ayat-ayat dalam
Perjanjian Lama yang memuat
kata "Kaabah" menurut
terjemahan Indonesia lama :
1Raj 8:42 karena
kedengaranlah kelak
kepadanya dari hal nama-
Mu yang mahamulia dan
dari hal tangan-Mu yang
mahakuasa dan dari hal
lengan-Mu yang terkedang
itu, maka apabila ia datang
akan meminta doa dalam
"kaabah" itu,
1Raj 6:5 Dan pada dinding
rumah keliling (tawaf mengitari
kaabah)
diperbuatkannya beberapa
bilik, yaitu keliling pada
dinding rumah "kaabah" dan
tempat firman, dan
diperbuatkannya dia dengan
tingkat-tingkat berkeliling.
Ezr 3:6 Dari pada bulan
yang ketujuh sehari bulan
itu mulailah mereka itu
mempersembahkan korban
bakaran (ibadah kurban) kepada
Tuhan,
jikalau belum dibubuh
segala alas "kaabah Tuhan"
sekalipun.
Maz 28:2 Dengarlah kiranya
akan seru doaku apabila
aku berteriak kepada-Mu
(labbaik allah),
apabila aku menadahkan
tanganku (berdoa) ke tempat
:kaabah-Mu" yang suci itu.
Maz 84:6 Berbahagialah
orang yang kuatnya adalah
dalam Engkau, dan hatinya
adalah pada jalan raya ke
"kaabah-Mu".
Maz 65:5 Berbahagialah
orang yang telah Kaupilih
dan yang Kauhampirkan
akan mendiami halaman-
Mu; bahwa kami akan
dikenyangkan dengan
kesedapan rumah-Mu dan
dengan kesucian "kaabah-
Mu".
Hag 2:16 Maka sekarang,
hendaklah kiranya kamu
memperhatikan hal itu dari
pada hari ini dan yang
sudah lalu, dahulu dari
pada batu ditumpangkan di
atas batu (batu misfa,hajar
aswad) pada "kaabah
Tuhan".
Yes 44:28 Firman-Ku akan
hal Koresy: Bahwa ialah
gembala-Ku, iapun akan
melakukan segala kehendak-
Ku, serta titahnya kepada
Yeruzalem kelak: Hendaklah
engkau dibangunkan pula,
dan kepada "kaabah":
Hendaklah dibubuh kaki
tembokmu.
Zak 6:12 dan katakanlah ini
kepadanya: Demikianlah
firman Tuhan serwa
sekalian alam, bunyinya:
Bahwasanya adapun orang
yang bernama Pucuk
(pamungkas,penghujung,akhiran)
itu, Ia
itu akan tumbuh kelak dari
dalam tempat-Nya dan
Iapun akan membangunkan
"kaabah Tuhan"!
Yes 56:5 Bahwa kepada
mereka itu juga Aku akan
mengaruniakan di dalam
"kaabah-Ku" dan di sebelah
dalam pagar tembok-Ku
suatu tempat dan suatu
nama yang baik dari pada
nama segala anak laki-laki
dan perempuan (yangg Terpuji);
suatu
nama yang kekal, yang
tiada terhapuskan,
Kukaruniakan kepada
masing-masing kelak.
Yes 2:2 Maka akan jadi
pada hari yang terkemudian
bahwa bukit "kaabah Tuhan"
ditetapkan di atas
kemuncak segala gunung
dan ditinggikan terlebih dari
pada segala bukit, maka
segala bangsapun akan
berkerumun kepadanya.
Zak 6:13 Bahkan, Iapun
akan membangunkan
"kaabah Tuhan" dan
berpakaikan perhiasan dan
bersemayam di atas takhta-
Nya dan memegang
perintah, dan Iapun akan
jadi Imam di atas takhta-
Nya, dan bicara selamat
(aram=Shalom,arab=Salam,Islam)
akan ada di antara
keduanya itu.
Ayat-ayat diatas tadi semuanya
memuat kata "Kaabah",
sekaligus Nubuat akan adanya
Utusan yang dari suatu
bangsa,yang akan memuliakan
Kerajaan Allah.dengan
memakmurkan dan melestarikan
peribadatan Nabi-nabi
moyangnya di Ka'bah Beit_Ileh.
Kesemuanya itu tergenapi oleh
Nabi Muhammad dan
Ummatnya,yg senantiasa
mensucikan Ka'bah hanya untuk
beribadah memuliakan Allah
semata.
"MOHON BAGI AGAMA YANG
TIDAK PUNYA KA'BAH, JANGAN
NGAKU-NGAKU AGAMA YANG
BENAR DARI ALLAH _ _ !!!"
BILA MEREKA
MENGHINA,,,,BERSABARLAH.
MAKLUMI KARENA MEREKA
MENGIMANI AJARAN YANG
DIBUAT MANUSIA.
BUKAN DARI ALLAH TUHAN
SEGALA MANUSIA DAN ALAM
SEMESTA.
BILA MENDAPAT HIDAYAH
MENERIMA ISLAM SEPERTI PAUS
DAN PARA USKUP DI
VATIKAN,MAKA SAMBUTLAH
MEREKA DENGAN PENUH
KECINTAAN.