10 Tanda Kematian

Friday, May 3, 2013 Category : 0


Grace Before Dying
“KULLU nafsin dza iqatul maut,” demikian firman Allah SWT dalam Surat Al Anbiya : 35. Artinya: setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati. Imam Ghozali mengatakan bahwa yang paling dekat dengan kita adalah kematian.

Kematian yakni sesuatu takdir yang tidak dapat dihindari, bahkan tidak dapat diketahui kapan terjadinya, sebab yang tahu umur seseorang hanya tuhan semata. Tetapi medis banyak mengetengahkan gejala-gejala yang muncul waktu orang akan/telah meninggal.

1. Death rattle

Death rattle yakni istilah umum rumah sakit waktu pasien yang hendak meninggal mengeluarkan suara yang mengerikan, tetapi apa karena suara ini keluar? Perihal ini terjadi sesudah hilangnya refleks batuk serta kehilangan kekuatan untuk menelan. Perihal ini mengakibatkan akumulasi kelebihan air liur di tenggorokan serta paru-paru.

Biarpun jarang mengakibatkan nyeri keppada pasien, anggota keluarga bakal jadi resah serta terganggu sebab suara ini. Siapa pun yang pernah mendengar suara kematian barangkali bakal teringat-ingat terus. Penyedotan, obat anti nyeri serta anti-kecemasan umumnya diberikan untuk mengurangi ketidaknyamanan pasien.

2. Cheynes-stokes respiration

Ini yakni pola pernapasan yang amat abnormal ditandai dengan napas yang amat cepat serta sesudah itu periode tidak bernapas (apnea). Dalam waktu pendek, jantung menjadi lemah serta terlalu banyak bekerja, ini membuat tubuh hiperventilasi(bernapas normal cepat) serta, sesudah itu, tidak ada energi lebih untuk bernapas untuk waktu waktu lama (apnea). Ini bermakna organ-organ makin kekurangan darah serta, dengan demikian, oksigen kurang. Tanpa oksigen, sel-sel di organ mulai mati, organ-organ mati serta akhirnya kematian individu tersebut. Biarpun pula bisa terjadi pada orang dengan gagal jantung, atau gangguan pernapasan lainnya, umumnya gejala ini hadir pada waktu kematian bakal datang.

3. Defecation

Sesudah kematian, setiap otot dalam tubuh manusia bakal berhenti untuk menerima energi dalam bentuk atp. Akibatnya, perut bakal relaks serta buang air besar bisa terjadi. Perihal ini terpenting berlaku pada individu yang telah makan dalam periode lama sebelum waktu kematian mereka. Faktor lain yang berkontribusi buang air besar sesudah kematian yakni seberapa cepat tubuh seseorang umumnya mencerna makanan. Perihal ini ditemukan lebih sering dalam kematian tidak terduga, dari pertimbang kematian normal. Pasien di pusat-pusat rumah sakit barangkali tidak mempunyai nafsu makan selama beberapa hari sebelum kematian serta, dengan demikian, barangkali tidak bakal buang air besar pada tempat tidur mereka.

4. Rigor mortis

Rigor mortis yakni kekakuan sesudah kematian, tidak sebatas manusia bahkan binatang pun mengalami rigor mortis. Sesudah kematian, tubuh tidak mampu untuk memecahkan ikatan yang mengakibatkan keadaan kontraksi terus-menerus. Dalam kebanyakan kasus pada umumnya rigor mortis diawali dalam 1-3 jam sesudah kematian, serta mulai benar-benar kaku sesudah 24 jam. Bahkan kelompak mata pun mengalami rigor mortis, bila sesudah 3 jam kelopak mata tidak ditutup selanjutnya mata si mayat bakal tetap terbuka. Rigor mortis pula mempengaruhi otot-otot lain, mengakibatkan jantung kelihatan membesar, air mani keluar sendiri, serta munculnya tonjolan-tonjolan di tubuh mayat.

5. Livor mortis

Livor mortis yakni warna ungu-merah yang muncul ketika darah tenggelam kebagian tubuh terspesifik. Livor mortis terjadi dalam area tubuh yang menyentuh tanah, atau yang menerima tekanan sebab kapiler yang dikompresi – ini mirip dengan menekan jari anda pada lengan anda selama beberapa detik serta mengamati sidik jari anda menjadi putih selama seputar tiga detik. Konsep ini menolong koroner memutuskan posisi kematian. Kehadiran atau ketidakhadiran koroner pula bisa menolong untuk memutuskan perkiraan waktu kematian. Perihal ini umumnya diawali 1-2 jam sesudah kematian serta menjadi permanen atau ”tetap” dalam 6-12 jam.

6. Algor mortis

Yakni turunnya temperatur tubuh seiring dengan kematian. Terjadi bila suhu diluar lebih dingin dari suhu tubuh. Orang yang meninggal di lantai kamar mandi lebih cepat turun suhu tubuhnya dari pada orang yang meninggal di luar, anak kecil lebih cepat turun suhu tubuhnya dari pada orang gemuk. Tetapi normalnya perlu 24 jam sampai tubuh benar-benar menjadi dingin atau suhu tubuhnya sama dengan lingkungan seputar.

7. Tache noire

Tache noire, dengan cara harfiah bermakna ”titik hitam”, yakni garis cokelat gelap kemerahan yang bakal membentuk horizontal di bola mata. Selama hidup bola mata tetap lembab sebab berkedip, namun kadang-kadang mereka tidak kembali dilindungi sesudah kematian. Oleh sebab itu, tache noire bakal terjadi pada individu yang kelopak mata tidak tertutup sesudah kematian. Demikian pula, membran mukosa lain layaknya lidah yang bakal gelap sesudah terpapar udara yang terlalu lama. Bila individu tenggelam, atau tubuh itu ditemukan dalam air, noiretache tidak bakal ditemukan sebabnya yakni sebab bola mata mesti terkena udara kering.

8. Purge fluid

Yakni cairan berwarna merah kecoklatan yang keluar dari mulut serta lubang anus, sering disalah artikan seperti cedera otak atau darah biasa. Ini muncul seseperti akibat dari gas yang terbentuk di seluruh tubuh. Ketika terjadi pembentukan gas dalam perut serta usus, perut bisa menjadi tegang serta buncit. Berikut, peningkatan tekanan abdomen mengakibatkan pembersihan cairan kotor, darah kebiruan dari vagina, mulut serta hidung. Sesuatu cairan bercampur kotoran yang sama pula bakal muncul dari rektum (anus). Purge fluid bisa bermanfaat dalam memutuskan waktu kematian. Bila seseorang meninggal dalam iklim panas, layaknya texas atau meksiko, cairan ini bisa dilihat dalam waktu kurang dari 24 jam.

9. Degloving

Sesudah kematian kulit bakal mengelupas, terpenting kulit pada jari-jari serta kuku, gejala ini membuat kulit mengelupas layaknya sarung tangan atau kaos kaki. Perihal ini terjadi seperti akibat dari pembengkakan gas pada batang, leher serta anggota badan, yang menjadi bengkak hingga seseorang bisa mengira mayat itu obesitas. Ketika gas busuk berada di bawah sebanyak besar tekanan, mereka melepas diri dari tubuh serta seluruh massa yang membusuk hancur bersama jaringan lunak. Degloving yakni istilah yang tepat sebab anda bisa menarik kulit tangan mayat layaknya anda melepas sarung tangan. Uniknya walau kulit luar bisa mengelupas, sidik jari si mayat tetap ada.

10. Maceration

Maserasi bermakna “lunak dalam rendaman” dalam bahasa latin. Perihal ini mengacu kepada bayi yang mati dalam rahim, pada bulan keenam serta bulan kesembilan kehamilan. Dekomposisi mereka sedikit berlainan sebab terendam lama di dalam cairan ketuban. Mereka menyerupai mayat direndam dalam air. Kulit bayi bakal tertampak layaknya mendidih atau “terbakar” sebab kulit mereka terlepas dari tubuh. Bila bayi tersebut tetap berada di rahim selama beberapa hari, tengkorak mulai hancur serta otak mulai mencair. Bila bayi dikeluarkan dari rahim dalam waktu 24 jam sesudah mereka mati, serta udara masuk ke dalam tubuh sang bunda selanjutnya tidak maserasi yang terjadi tetapi pembusukan.

Sumber : Islampos
Read More >>

10 Sahabat Rasul yang Dijamin Surga

Category : 0


Underground Tauhid–Setiap orang pasti ingin masuk surga. Namun, tidak mudah untuk meraihnya. Tak cukup hanya mengaku sebagai Muslim, butuh ketaatan dan pengorbanan
Lihatlah bagaimana sikap itu ditunjukkan oleh para sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW). Tidak hanya harta, jiwa dan raga pun rela mereka persembahkan untuk kejayaan Islam.
Dari sekian banyak sahabat Nabi, ada sepuluh sahabat yang memperoleh jaminan surga (Asratul Kiraam).

1. Abu Bakar Ash-Shiddiq

Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiyallahu ’anhu (RA) adalah khalifah pertama, setelah Nabi wafat. Ia sahabat yang paling dekat dengan Rasulullah, kemanapun Nabi pergi, ia selalu menyertainya. Termasuk saat Rasul dalam perjalanan hijrah dari Makkah ke Madinah, suatu perjalanan yang penuh dengan risiko. Sejak remaja, Abu Bakar telah bersahabat dengan Nabi. Ia juga orang pertama yang memeluk Islam. Tidaklah sulit baginya untuk mempercayai ajaran Islam, karena tahu betul keagungan akhlak Rasulullah. Demikian juga saat Nabi menyampaikan peristiwa Isra Mi’raj. Abu Bakarlah sahabat yang pertama kali membenarkan peristiwa tersebut. Oleh sebab itu, ia diberi gelar oleh Rasulullah yakni Ash-Shiddiq (yang benar, jujur, dan membenarkan). Abu Bakar wafat dalam usia 63 tahun (13 Hijriah). Ia dikebumikan di Madinah bersebelahan dengan makam Rasulullah. Ia diriwayatkan 142 Hadits.

2. ‘Umar bin Khattab

‘Umar bin Khaththab RA adalah khalifah kedua. Ia termasuk sahabat yang sangat dikasihi oleh Nabi. Sebelum masuk Islam, ia dikenal sebagai sosok yang jago gulat dan gemar mabuk-mabukan. Seluruh penduduk Makkah merasa takut kepadanya. ’Umar memeluk Islam setelah mendengar surat Thoha yang dibacakan saudara perempuannya. Ia sangat keras dalam membela agama Allah. Ia menjadi salah satu benteng Islam yang mampu menyurutkan perlawanan kaum Quraisy terhadap diri Nabi dan sahabat.
Saat ’Umar diangkat menjadi khalifah, daerah kekuasaan Islam bertambah. Kerajaan Persia dan Romawi Timur dapat ditaklukan dalam kurun waktu satu tahun (636-637 M). Pemimpin yang sederhana dan peduli para rakyatnya ini, wafat setelah dibunuh Abu Lukluk saat hendak memimpin shalat ( 23 H/644 M). Ia dimakamkan berdekatan dengan Abu Bakar dan Rasulullah.

3. ‘Utsman bin Affan

‘Utsman bin Affan RA adalah khalifah Islam ketiga. Pada saat kepemimpinannya, ia berhasil mengumpulkan wahyu, dan menyusunnya dalam bentuk mushaf Al- Qur’an. ’Utsman masuk Islam lewat ajakan Abu Bakar As-Siddiq. Ia mendapat gelar Dzun Nur ’Ain (Pemilik Dua Cahaya), karena menikahi dua putri Nabi, Ruqayyah dan Ummu Kultsum. ’Utsman dikenal sebagai saudagar kaya dan dermawan. Ia selalu menafkahkan hartanya di jalan Allah. Saat berkecamuk perang Tabuk, ’Utsman menyumbang lebih dari 940 unta, kemudian membawa 60 kuda untuk menggenapinya menjadi 1000. Usman Wafat pada tahun 35H atau 655M.

4. ‘Ali bin Abi Thalib

‘Ali bin Abi Thalib RA dilahirkan di Makkah tahun 598 Masehi. Suami dari putri Nabi, Fatimah, ini merupakan orang yang pertama masuk Islam dari golongan anak-anak. Sebagian meriwayatkan saat itu usianya 10 tahun.

’Ali terkenal orang yang sangat berani, ahli siasat perang, dan cerdas. Pada saat peristiwa hijrah, ’Ali tidur di atas tempat tidur Rasulullah. Sehingga, para tentara Quraisy yang mengepung rumah Nabi, mengira Nabi masih berada di dalam rumah. ’Ali wafat pada tahun 40 Hijriyah, setelah ditikam oleh Abdurrahman bin Muljam dengan pedang yang beracun setelah shalat Shubuh. Ia meninggal dalam usia 63 tahun dan menjabat sebagai khalifah selama 4 tahun 9 bulan. Beliau dimakamkan di Kufah, Irak.

5. Thalhah bin Abdullah

Thalhah bin ’Abdullah dikenal sebagai salah satu konsultan Rasulullah. Ia berasal dari suku Quraisy. Saat berkecamuk perang Uhud, Thalhah ikut serta. Di arena tersebut ia menderita luka parah. Dia menjadikan dirinya sebuah perisai bagi Rasulullah dan mengalihkan panah yang akan menancap diri Nabi dengan tangannya. Sehingga semua jari-jarinya putus. Thalhah wafat pada 36 H atau 656 M. Ia Syahid saat mengikuti perang Jamal.

6. Zubair bin Awwam

Zubair bin Awwan termasuk golongan yang pertama masuk Islam (as-sabiqun al-awwalun). Usianya saat itu baru 15 tahun. Pembelaannya terhadap Islam begitu nyata, Zubair tidak pernah absen dalam berbagai petempuran bersama kaum muslimin. Ia selalu berada di garda depan saat jihad dikumandangkan. Sekujur tubuhnya terdapat luka dari hasil peperangan. Ia sangat dicintai Rasulullah. Saat terjadi perseturuan di antara kaum muslimin, Zubair tidak sedikit pun memihak yang berseteru. Ia malah berusaha menyatukannya. Zubair ditikam ketika sedang menghadap Allah, ia wafat pada tahun 36H atau 656M.

7. Sa’ad bin Abi Waqqas

Sa’ad bin Abi Waqqas memeluk Islam saat berusia 17 tahun. Ia sangat mahir menunggang kuda dan memanah. Jika ia memanah musuh dalam sebuah peperangan pastilah tepat sasaran. Hampir seluruh peperangan ia ikuti. Saat awal memeluk Islam, ibunya mengancam mogok makan dan minum. Dengan harapan, Sa’ad kembali ke ajaran nenek moyang. Namun, hampir sang ibu menemui ajal, ancaman itu dihiraukannya. Ia tidak menjual keyakinannya dengan apa pun, nyawa ibunya sekalipun. Saat periode Khalifah Umar bin Khattab, Sa’ad diangkat sebagai gubernur militer di Iraq yang bertugas mengatur pemerintahan dan sebagai panglima tentara. Sa’ad wafat pada usia 70 tahun (55H atau 675M). Ia dimakamkan ditanah Baqi’

8. Sa’id bin Zaid

Sa’id adalah di antara sahabat yang beruntung. Dia masuk Islam bersama-sama istrinya, Fathimah binti Al-Khaththab, adik perempuan ‘Umar bin Khaththab. Sa’id membaktikan segenap daya dan tenaganya untuk berkhidmat kepada Islam. Ketika memeluk Islam usianya belum genap 20 tahun. Sa’id turut berperang bersama Rasulullah dalam setiap peperangan. Ia juga turut bersama kaum muslimin mencabut singgasana Kisra Persia. Sa’id pernah diperintahkan Rasulullah untuk memata-matai aktivitas musuh. Ia wafat dalam usia 70 tahun (51H atau 671M), dan dimakamkan di Baqi’, Madinah.

9. ‘Abdurrahman bin ‘Auf

Abdurrahman bin ’Auf juga termasuk tujuh orang yang pertama masuk Islam. Ia di antara sahabat Rasul yang memiliki harta berlimpah. Selurah hartanya itu ia peroleh melalui perniagaan. Kesuksesannya tidak membuat ia lupa diri. Ia selalu menafkahkan hartanya di jalan Allah.

Bahkan saat ia diberitakan Rasulullah bahwa dirinya dijamin masuk surga, semangat bersedekahnya semakin membara. Tak kurang dari 40.000 dirham perak, 40.000 dirham emas, 500 ekor kuda perang, dan 1.500 ekor unta ia sumbangkan untuk perjuangan menegakkan Islam. Abdurrahman sempat berhijrah ke Habasyah sebanyak dua kali. Ia wafat pada umur 72 tahun (32H/652M) dan dimakamkan di baqi’.

10.Abu ‘Ubaidah bin Jarrah

Rasulullah pernah memberikan pernyataan tentang Abu ‘Ubaidah. “Sesungguhnya setiap umat mempunyai orang kepercayaan, dan sesungguhnya kepercayaan umat ini adalah Abu Ubaidah,” begitu kata Rasulullah. Abu Ubaidah orang yang amanah dan jujur dalam berperilaku. Abu Ubaidah masuk Islam melalui perantara Abu Bakar As-Shiddiq diawal kerasulan Muhammad. Ia beberapa kali dipercaya Rasul memimpin peperangan. Ia wafat pada tahun 18H atau 639M.[]


Read more http://www.undergroundtauhid.com/10-sahabat-rasul-yang-dijamin-surga/
Read More >>

Doa-doa Supaya Lulus Ujian

Category : 1


00
Kepada adik-adik kami yang tengah menghadapi ujian atau ulangan, semoga selalu dimudahkan oleh Allah Ta’ala dalam menghadapi soal-soal ujian. Selalu tanamkan keyakinan dalam diri kalian bahwa Allah Ta’ala pasti akan menolong hamba-hambaNya yang mau berusaha dan menyerahkan segala hasilnya kepada Allah semata, bukan kepada mantra,  jampi-jampi, air sakti, dukun, atau azimat-azimat.

Berikut ini do’a yang bisa diamalkan ketika menghadapi ujian yang kami sarikan dari kitab Hishnul Muslim karangan Syaikh Sa’id bin Ali bin Wahf Al Qahthani:

1. Doa agar diberi kemudahan

اَللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً

“Allaahumma laa sahla illaa maa ja’altahu sahlan wa anta taj’alul hazna idzaa syi’ta sahlan.”
“Ya Allah! Tidak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau jadikan mudah. Sedang yang susah bisa Engkau jadikan mudah, apabila Engkau menghendakinya.”

Shahih Ibnu Hibban no. 2427; Syaikh ‘Abdul Qadir Al Arna’uth menyatakan shahih dalam Takhrij Al Adzkar hal. 106)

2. Doa Kelancaran Lisan oleh Nabi Musa ‘Alaihis Salam

رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي, وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي, وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي, يَفْقَهُوا قَوْلِي

“Rabbisy syrahlii shadrii, wa yassirlii amrii, wahlul ‘uqdatam millisaanii, yafqahu qaulii.”
“Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku.”
QS Thaahaa : 25-28

3. Doa Memohon Tambahan Ilmu Pengetahuan

رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا

“Rabbi zidnii ‘ilmaa.”
“Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.”
QS Thaahaa : 114

4. Dzikir-dzikir

Dan perbanyaklah berdzikir kepada Allah Ta’ala baik sebelum ujian dimulai maupun sesudahnya:

وَقَالَ : أَحَبُّ الْكَلاَمِ إِلَى اللهِ أَرْبَعٌ: سُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، لاَ يَضُرُّكَ بِأَيِّهِنَّ بَدَأْتَ

Rasulullah Shallallahu’ Alaihi wa Sallam bersabda: “Perkataan yang paling disenangi oleh Allah adalah empat: Subhanallah, Alhamdulillah, Laa ilaha illallah, dan Allaahu akbar. Tidak mengapa bagimu untuk memulai yang mana di antara kalimat tersebut. (Shahih Muslim no. 1685)

وَقَالَ : ((أَيَعْجِزُ أَحَدُكُمْ أَنْ يَكْسِبَ كُلَّ يَوْمٍ أَلْفَ حَسَنَةٍ)) فَسَأَلَهُ سَائِلٌ مِنْ جُلَسَائِهِ، كَيْفَ يَكْسِبُ أَحَدُنَا أَلْفَ حَسَنَةٍ؟ قَالَ: ((يُسَبِّحُ مِائَةَ تَسْبِيْحَةٍ، فَيُكْتَبُ لَهُ أَلْفُ حَسَنَةٍ أَوْ يُحَطُّ عَنْهُ أَلْفُ خَطِيْئَةٍ))

Rasulullah Shallallahu ’Alaihi wa Sallam bersabda: “Apakah seseorang di antara kamu tidak mampu mendapatkan seribu kebaikan tiap hari?” Salah seorang di antara yang duduk bertanya: “Bagaimana di antara kita bisa memperoleh seribu kebaikan (dalam sehari)?” Rasul bersabda: “Hendaklah dia membaca seratus tasbih, maka ditulis seribu kebaikan baginya atau seribu kejelekannya dihapus.” (Shahih Muslim no. 2073)

كَلِمَتَانِ خَفِيْفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ثَقِيْلَتَانِ فِي الْمِيْزَانِ حَبِيْبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَـانِ: سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ

Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Dua kalimat yang ringan di lidah, pahalanya berat di timbangan (hari Kiamat) dan disenangi oleh Tuhan Yang Maha Pengasih, adalah: Subhaanallaah wabi-hamdih, subhaanallaahil ‘azhiim. (Shahih Al Bukhari 7/168)

وَقَالَ : لأَنْ أَقُوْلَ سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ

Rasulullah Shallallahu ’Alaihi wa Sallam bersabda: “Sungguh, apabila aku membaca: ‘Subhaanallah, walhamdulillaah, walaa ilaaha illallaah, wallaahu akbar’. Adalah lebih senang bagiku dari apa yang disinari oleh matahari terbit. (Shahih Muslim no. 2072)
Semoga Allah memberikan kemudahan kepada kalian semua. Semoga berhasil.[UGT]


Read more http://www.undergroundtauhid.com/doa-doa-agar-lulus-ujian/
Read More >>

Harga Sebuah Surga?

Category : 0


surga-neraka

Rasulullah SAW bersabda :
“Jaminlah bagiku enam hal, niscaya aku jamin surga bagi kalian; jujurlah dalam berbicara, tepatilah apabila berjanji, tunaikanlah amanah yang diberikan kepadamu, jagalah kemaluanmu, tahanlah pandanganmu, dan tahanlah tanganmu dari berbuat dosa  (HR Ahmad, Al Baihaqi, Al Hakim, Ibnu Hibban )

Akidah yang sahih dan selamat tidak berguna sampai ia tampak pengaruhnya dalam akhlak diri, tindakan anggota tubuh. Kalau tidak begitu, ia hanyalah lafadz yang kosong tanpa nilai. Seorang mukmin adalah orang yang dipercaya dengan pribadinya, beriman kepada Tuhannya, mengharap balasan yang baik dariNya. Inilah harga surga yang telah dijelaskan Rasulullah.

Enam sifat, apabila diterapkan dalam perilaku dan menampakkan pengaruh dalam perbuatannya di atas adalah bukti kebenaran imannya, keshahihan akidahnya, kesempurnaan kepribadiannya, semua ini menjadikannya berhak mendapatkan surga.

Menjadi orang jujur. Ia tidak berdusta dalam perkataannya, tidak dengan isyarat maupun penipuan, meskipun terdapat sarana yang dapat membawanya melakukan hal itu. Allah SWT berfirman :
“Hai orang orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama sama orang orang yang benar.” (QS Attaubah 119)

Rasullullah SAW ditanya , “Mungkinkah seorang mukmin berdusta?” beliau menjawab, “Tidak” lalu beliau membaca Ayat Al Quran :
“Sesungguhnya yang mengada akan kebohongan, hanyalah orang orang yang tidak beriman kepada ayat ayat Allah, dan mereka itulah orang orang pendusta.” (QS An Nahl 105)

Menepati Janji. Apabila ia berkata, “Ya”, maka ia pasti melakukannya. Apabila ia memutuskan perjanjian, ia akan mewujudkannya. Kesempurnaan kepribadian terlihat disini.

“Diantara orang orang mukmin itu ada orang orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah, maka mereka ada yang menunggu nunggu dan mereka tidak mengubah janjinya” (QS Al Ahzab 23)
Kita membaca dalam cerita jahiliyyah tentang orang yang menepati perkataannya. Ia kembali menuju tempat pembunuhan, setelah itu terucap darinya agar ia tidak dituduh melarikan diri.

Menunaikan amanat yang dibebankan. Orang dapat dipercaya bila ia amanah dan menepatinya, Seorang mukmin tidak akan menjadi penghianat apapun kondisinya.

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya.” (QS Annisa 58)

“Apabila amanah telah diabaikan, maka tunggulah kehancurannya (HR Bukhari)
Dalam hadis lainnya, disebutkan, “Tidak ada keimanan bagi orang yang tidak menunaikan amanah.”
 Termasuk perbuatan khianat adalah mengurangi timbangan dan takaran, mengambil tenunan tanpa izin pemiliknya, memberikan kepada orang lain apa yang bukan miliknya untuk menarik manfaat untuk dirinya.” Yang halal telah jelas dan yang haram telah jelas pula “. ((Muttafaq Alaih)

Menjaga kemaluan dan menahan pandangan termasuk akhlak orang orang beriman. Mereka sibuk dengan pengawasan Allah daripada melakukan perbuatan sia sia, tenggelam dalam syahwat atau menggunakan waktu dengan perbuatan tiada manfaat.

Mukmin menjaga tangannya agar tidak melakukan perbuatan yang menyakiti makhluk. Ia tidak melakukan kekerasan pada seorang pun, tidak menzalimi, tidak menerima kezaliman. Allahu SWT berfirman :
“ Dan orang orang yang menyakiti orang orang mukmin dan mukminat  tanpa kesalahan  yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata (QS Al Ahzab 58)
Orang yang dapat menjamin dirinya melakukan enam perkara mulia ini, niscaya Rasulullah SAW menjamin baginya surge yang lebarnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang orang yang bertakwa. – Hasan Al Banna-

Sumber: Eramuslim.com
Read More >>

Inilah Penyebab Orang Menjadi Atheis

Category : 0


atheis


Atheisme merupakan paham yang populer di Barat yang diadopsi tidak sedikit orang di negeri  ini. Meski setiap orang memiliki penyebab yang berbeda hingga mereka memilih jalan untuk menjadi atheis, tapi secara garis besar mereka berawal dari dua penyebab: faktor traumatik dan faktor kekeliruan logika.

Faktor traumatik bisa ditemui pada kehidupan mereka di masa lampau yang dinilai tragis, menyedihkan dan terpuruk, membuat mereka cepat menyimpulkan bahwa Tuhan tidak adil dalam kehidupan manusia. Akhirnya yang muncul adalah kebencian terhadap Tuhan. Lalu berkembang pada ketidakpercayaan akan adanya peran Tuhan dalam kehidupannya.

Dua tahun yang lalu, saya pernah ‘ditarik’ masuk kedalam sebuah grup facebook yang berisi orang-orang atheis. Agaknya waktu itu seorang teman facebook saya menginginkan saya berdebat dengan orang-orang atheis itu demi membela agama. Tadinya saya tertarik, tapi setelah mengamati alasan-alasan mereka ber-atheis ria rata-rata karena faktor traumatik. Meski mereka sering memaki-maki Tuhan dalam berbagai comment dan status mereka di dalam grup itu, justru itu membuat saya mereka kasihan. Kemudian saya memilih leave group, karena menasehati mereka melalui media sosial semacam itu juga tidak akan memberikan progres keimanan apapun.

Faktor traumatik, bisa juga berawal dari lemahnya iman seseorang sehingga melihat Tuhan hanya sebagai pihak yang membatasi, mengungkung, memenjarakan dirinya dengan beragam aturan-aturan dalam kitab sucinya. Tidak heran jika di Barat yang trauma terhadap agama Kristen mereka cenderung memilih untuk menjadi atheis. Mungkin disebabkan oleh tradisi beragama Kristen yang hanya berisi doktrin-doktrin teologis, namun tidak didukung dengan keshahihan dalil yang dapat menjelaskan alasannya. Alasan semacam ini juga yang dialami oleh Karl Marx semasa hidupnya. Ketika dia melihat ketidak-adilan sosial di masyarakat, hatinya protes karena ternyata agama (baca: Kristen) tidak mampu memberi solusi apapun.

Selain faktor traumatik, faktor kekeliruan logika juga dapat menggiring seseorang menjadi atheis. Membuat pertanyaan-pertanyaan aneh dan bodoh seperti “Jika Tuhan itu bisa segalanya, maka bisakah Dia menciptakan sesuatu yang lebih besar dari dirinya hingga Dia sendiri tidak mampu mengangkat?”. Atau logika bodoh seperti “Jika Tuhan-lah yang mematikan dan menghidupkan saya, maka kalau dalam 15 detik ini saya ingin mati dan ternyata tidak mati juga, berarti Tuhan memang tidak ada.”

Logika-logika macam itu sebenarnya logika yang lucu. Saya sendiri lebih memilih tersenyum saja daripada meladeni orang-orang atheis yang bertanya semacam itu. Karena pertanyaan-pertanyaan itu adalah pertanyaan yang salah sejak awal. Jika pertanyaannya saja sudah salah, apalagi nanti menjawabnya? Jika kita menanggapi atheis semacam itu, berarti sama halnya kita menanggapi orang gila secara serius.

Kita wajib waspada dengan penyebaran pemikiran atheis pada anak-cucu kita. Satu-satunya jalan adalah menanamkan akidah kepada anak-cucu kita secara benar dan mantab sedini mungkin. Agar suatu hari nanti mereka melalui masa-masa sulit, labil dan kritis, mereka tetap bisa memiliki positive thinking kepada Allah Swt sebagai Tuhannya. Tidak malah berbalik memusuhi dan mendustakan Rabb yang sudah menciptakan dan memberinya kehidupan selama ini.[]

SUMBER
Read More >>

Negara yang Banyak Dihuni Yahudi

Tuesday, January 22, 2013 Category : 0


Tidak cuma Israel yang penuh dengan orang Yahudi

Selama ini banyak yang tidak memiliki data dan mengetahui peta demografis orang-orang Yahudi di seluruh dunia.

Dan, nampaknya jumlah keberadaan orang-orang Yahudi itu, jumlah mereka, sebanding lurus dengan pengaruh mereka dalam berbagai bidang kehidupan. Negara mana yang banyak dihuni oleh orang Yahudi?
Tentu, yang pertama dihuni oleh bangsa Yahudi adalah Israel, yang jumlah penduduknya 5.313.800 (40% dari total populasi Yahudi dunia).

Data-data ini dapat memberikan sebuah gambaran yang mendalam pada tingkat kebijakan setiap negara, yang berkaitan dengan politik, ekonomi, perdagangan, pertahanan-keamanan, budaya dan ilmu pengetahuan, teknologi-informasi, dan bahkan bidang pertanian.

Semakin banyak jumlah orang Yahudi di sebuah negara, semakin kuat pengaruhnya terhadap aspek-aspek kebijakan pemerintahan di sebuah negara. Ini sudah menjadi fakta yang sifatnya umum. Negara-negara yang jumlahnya penduduk Yahudi, cukup banyak, maka negara itu, sudah betul-betul berada dalam ‘genggaman’ golongan Yahudi.

Ini karena orang-orang Yahudi selalu membangun jaringan yang sangat kuat, berdasarkan hubungan darah (ras), ideologi (agama), dan kepercayaan atau mitos bahwa bangsa Yahudi adalah bangsa pilihan ‘tuhan’.
Di luar Israel, sepuluh negara yang jumlah Yahudinya paling banyak adalah :  Amerika jumlah Yahudi 5.275.000 jiwa (40% dari total populasi dunia), erancis jumlah Yahudi 491.000 jiwa (3.8% dari total populasi Yahudi dunia), kanada jumlah Yahudi 373.000 jiwa (2.9% dari total populasi Yahudi dunia), Inggris jumlah Yahudi 297.000 jiwa (2.3% dari total populasi Yahudi dunia), Rusia 228.000 jiwa (1.7% dari total populasi Yahudi dunia), Argentina jumlah Yahudi 184.000 jiwa (1.4% dari total populasi Yahudi dunia), German jumlah Yahudi 118.000 jiwa (0,9% dari total populasi Yahudi dunia), Australia jumlah Yahudi 103 jiwa (0,8% dari total populasi Yahudi dunia), dan Brazil jumlah Yahudi 96.000 jiwa (0,7% dari total populasi Yahudi dunia).

Dari data ini golongan Yahudi yang paling banyak diluar Israel, yaitu di Amerika yang jumlahnya mencapai 5.275.000 jiwa (40% dari total populasi Yahudi dunia), maka Amerika sebagai negara ‘super power’, yang mempunyai pengaruh secara global, baik dibidang ekonomi, perdagangan, petahanan-keamanan, dan berdampak sangat luas.

Di Amerika yang sangat terkenal adanya ‘lobbi’ Yahudi, yang sangat berpengaruh seperti AIPAC dan JAC, yang semuanya mempengaruhi kehidupan nasional Amerika. Jadi dengan jumlah golongan Yahudi yang banyak, dan sudah masuk dalam seluruh lembaga publik  yang ada di Amerika, maka melihat kondisi seperti ini, betapa Amerika sekarang ini, para pemimpin Israel sudah mengganggap Amerika sebagai tanah air mereka. Dan, Israel dengan mudah mendiktekan kebijakannya  terhadap negara dan pemerintah Amerika.

Selain itu, beberapa negara Eropa yang sangat strategis yaitu ‘Trioka’ Prancis, Inggris dan Jerman, terdapat populasi Yahudi yang besar (lihat jumlah daftar  Yahudi). Disamping Rusia yang sejak zamannya Tzar, orang-orang Yahudi sudah mempunyai pengaruh yang sangat penting dalam kehidupan politik Rusia. Bahkan, sebagian pemimpin politik dan ideolog Partai Komunis Rusia adalah Yahudi. Seperti Karl Marx, Lenin, Stalin dan lainnya. Bahkan, sekarang orang terkaya kedua di Rusia, Roman Abromovich, yang memiliki klub sepakbola Chelsea, tak lain, adalah Yahudi.

Semua negara Barat, yang tergabung dalam kelompok G.8 (Kelompok Negara Industri), di negara mereka masing-masing terdapat jumlah Yahudi yang banyak, dan umumnya mereka mempunyai pengaruh yang sangat penting. Namun, semuanya yang menjadi ‘episentrum’ (pusatnya) adalah di Tel Aviv. Sedangkan, negara-negara lainnya, seperti Amerika, Perancis, Canada, Inggris, Rusia, dan Jerman, mereka hanya menjadi ‘proxi’ (tangan) Israel.

Lihat dalam kasus konflik di Timur Tengah, sejak hadirnya Israel di tahun 1948, sampai perang 1956, 1967, 1973, agresi Israel di Lebanon 1982, perang di Lebanon Lebanon Selatan 2006, dan terakhir agresi Isrrael ke Gaza, semua menggunakan ‘proxy’, negara yang sudah di bawah bayang-bayang Israel. [berbagai sumber/jerusalem post/Islampos]
Red: Faiq Al-Iskandar

Read More >>

Bahaya Hidup Terlalu Lama Bujangan

Category : 1


Sungguh, hampir saja kaki kita tergelincir kepada maksiat-maksiat besar kalau Allah tidak menyelamatkan kita. Dan kita bisa benar-benar memasukinya (na’udzubillahi min dzalik tsumma na’udzubillahi min dzalik) kalau kita tidak segera meniatkan untuk menjaga kesucian kemaluan kita dengan menikah. Awalnya menumbuhkan niat yang sungguh-sungguh untuk suatu saat menghalalkan pandangan mata dengan akad nikah yang sah. Mudah-mudahan Allah menolong kita dan tidak mematikan kita dalam keadaan masih membujang.

Rasulullah Muhammad Saw. pernah mengingatkan:

Orang meninggal di antara kalian yang berada dalam kehinaan adalah bujangan.”

Rasulullah Saw. juga mengingatkan bahwa, “Sebagian besar penghuni neraka adalah orang-orang bujangan.”
Seorang laki-laki yang membujang harus menanggung beban syahwat yang sangat berat. Apalagi pada masa seperti sekarang ini ketika hampir segala hal memanfaatkan gejolak syahwat untuk mencapai keinginan. Perusahaan-perusaan obat memanfaatkan gambar-gambar wanita untuk menarik pembeli. Perusahaan-perusaan rokok juga memanfaatkan gadis-gadis muda yang seronok untuk mempromosikan rokoknya di stasiun-stasiun dengan merelakan diri mengambilkan sebatang rokok sekaligus menyalakan apinya ke laki-laki yang sedang lengah ataupun sengaja “melengahkan” diri.

Tidak sekadar sampai di situ, acara-acara TV, radio bahkan artikel-artikel kesehatan dan olahraga di koran dimanfaatkan untuk mengekspos rangsang pornografis demi meningkatkan oplah. Kadang malah acara-acara keislaman yang diselenggarakan organisasi keislaman, tanpa sadar tergelincir untuk untuk ikut memanfaatkan hal-hal semacam ini lantaran ikut-ikutan dengan prosedur protokoler di TV.

Maka, tak semua dapat menahan pikiran dan angan-angannya. Dorongan-dorongan alamiah untuk mempunyai teman hidup yang khusus ini telah menyita konsentrasi. Daya serap terhadap ilmu tidak tajam. Apalagi untuk shalat, sulit merasakan kekhusyukan. Ketika mengucapkan iyyaKa na’budu wa iyyaKa nasta’in yang muncul bukan kesadaran mengenai kebesaran Allah yang patut disembah, melainkan bayangan-bayangan kalau suatu saat telah menikah. Malah, sebagian membayangkan pertemuan-pertemuan.
Shalat orang yang masih belum menikah memang sulit mencapai kekhusyukan, apalagi memberi bekas dalam akhlak sehari-hari. Barangkali itu sebabnya Rasulullah Muhammad Saw. menyatakan, “Shalat dua rakaat yang didirikan oleh orang yang menikah lebih baik daripada shalat malam dan berpuasa pada siang harinya yang dilakukan oleh seorang lelaki bujangan.”

Maka, bagaimana seorang yang masih membujang dapat mengejar derajat orang-orang yang sudah menikah, kalau shalat malam yang disertai puasa di siang hari saja tak bisa disejajarkan dengan derajat shalat dua rakaat mereka yang telah didampingi istri. Padahal mereka yang telah mencapai ketenangan batin, penyejuk mata dan ketenteraman jiwa dengan seorang istri yang sangat besar cintanya, bisa jadi melakukan shalat sunnah yang jauh lebih banyak dibandingkan yang belum menikah. Maka, apa yang bisa mengangkat seorang bujangan kepada kemuliaan di akhirat?

Alhasil, membujang rasanya lebih dekat dengan kehinaan, sekalipun jenggot yang lebat telah membungkus kefasihan mengucapkan dalil-dalil suci Al-Qur’an dan Al-Hadis. Benarlah apa yang disabdakan oleh Rasulullah, “Orang meninggal di antara kalian yang berada dalam kehinaan adalah bujangan.” Bujangan. Tanpa seorang pendamping yang dapat membantunya bertakwa kepada Allah, hati dapat terombang-ambing oleh gharizah (instink) untuk memenuhi panggilan biologis, oleh kerinduan untuk mempunyai sahabat khusus yang hanya kepadanya kita bisa menceritakan sisi-sisi hati yang paling sakral, serta oleh panjangnya angan-angan yang sulit sekali memangkasnya. Dalam keadaan demikian, agaknya sedikit sekali yang sempat merasakan khusyuknya shalat dan tenangnya hati karena zikir. Dalam keadaan demikian, kita bisa disibukkan oleh maksiat yang terus-menerus. Sesekali dapat melepaskan diri dari maksiat memandang wanita ajnabi (bukan muhrim), tetapi masuk kepada maksiat lainnya. Pikiran disibukkan oleh hal-hal yang kurang maslahat, sedang mulut mengucapkan kalimat-kalimat yang memiriskan hati.

Di saat seperti ini, kita dapat merenungkan sekali lagi peringatan Rasulullah Muhammad yang terjaga. Dalam sebuah hadis yang berasal dari Abu Dzar r.a., Rasulullah Saw. menegaskan:

Orang yang paling buruk di antara kalian ialah yang melajang (membujang), dan seburuk-buruk mayat (di antara) kalian ialah yang melajang (membujang).” (HR Imam Ahmad dalam Musnadnya, diriwayatkan juga oleh Abu Ya’la dari Athiyyah bin Yasar. Hadis ini dha’if, begitu ‘Abdul Hakim ‘Abdats menjelaskan).

Semoga Allah ‘Azza wa Jalla melindungi kita dari kematian dalam keadaan membujang, sementara niat yang sungguh-sungguh untuk segera melangsungkan pernikahan, belum tumbuh. Semoga Allah Swt. menolong mereka yang telah mempunyai niat. Kalau belum lurus niatnya, mudah-mudahan Allah mensucikan niat dan prasangkanya. Kalau telah kuat tekadnya (‘azzam), semoga Allah menyegerakan terlaksananya pernikahan yang barakah dan dipenuhi ridha-Nya. Kalau mereka masih terhalang, mudah-mudahan Allah melapangkan dan kelak memberikan keturunan yang memberi bobot kepada bumi dengan kalimat laa ilaha illaLlah.

Ingatlah terhadap hal-hal yang sangat dikecam dan diberikan peringatan mengenai bahayanya, biasanya Islam memberikan penghormatan yang tinggi untuk hal-hal yang merupakan kebalikannya. Kalau membujang sangat tidak disukai, kita mendapati bahwa menikah mendekatkan manusia kepada surga-Nya. Ketika dikabarkan kepada kita bahwa kebanyakan penghuni neraka adalah bujangan, kita banyak mendapati di dalam hadis tentang kemuliaan akhirat dan bahkan keindahan hidup di dunia yang insya-Allah akan didapatkan melalui pernikahan. Seorang yang menikah, berarti menyelamatkan setengah dari agamanya. Bahkan, bagi seorang remaja, menikah berarti menyelamatkan dua pertiga dari agamanya.

Kita menjumpai hadis yang memberikan pertanyaan retoris sebagai sindiran, “Apa yang menghalangi seorang mukmin untuk mempersunting istri? Mudah- mudahan Allah mengaruniainya keturunan yang memberi bobot kepada bumi dengan kalimat laa ilaha illaLlah.” Maka kita juga menjumpai hadis-hadis yang menjaminkan kepada kita yang ingin menikah demi menjaga kehormatan dan kesucian farjinya.

Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah Saw. bersabda, “Tiga orang yang akan selalu diberi pertolongan oleh Allah adalah seorang mujahid yang selalu memperjuangkan agama Allah Swt., seorang penulis yang selalu memberi penawar, dan seorang yang menikah untuk menjaga kehormatannya.” (HR. Thabrani)

Dalam hadis lain dalam derajat shahih, Rasulullah Saw. bersabda:
“Tiga golongan orang yang pasti mendapat pertolongan Allah, yaitu budak mukatab yang bermaksud untuk melunasi perjanjiannya, orang yang menikah dengan maksud memelihara kehormatannya, dan orang yang berjihad di jalan Allah.” (HR Turmudzi, An-Nasa’i, Al-Hakim dan Daruquthni).

Masih ada hadis senada. Namun demikian, ada baiknya kalau kita alihkan perhatian sejenak kepada peringatan yang disampaikan oleh Rasulullah, “Bukan termasuk golonganku orang yang merasa khawatir akan terkungkung hidupnya karena menikah kemudian ia tidak menikah.” (HR Thabrani).
Mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang memiliki keyakinan. Tanpa keyakinan, ilmu akan kosong maknanya.

[Sumber: Kupinang dengan Hamdallah/Muhammad Fauzhiel Adhiem/islampos]
Oleh : Saad Saefullah
Red : Khansa Salsabillah
Read More >>

Sifat Homoseksual Dilaknat Allah

Category : , 0


Allah ta’ala berfirman:

Dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para malaikat) itu kepada Luth, Dia merasa susah dan merasa sempit dadanya karena kedatangan mereka, dan Dia berkata: “Ini adalah hari yang Amat sulit”. dan datanglah kepadanya kaumnya dengan bergegas-gegas. dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji. Luth berkata: “Hai kaumku, Inilah puteri-puteriku, mereka lebih suci bagimu, Maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. tidak Adakah di antaramu seorang yang berakal?” mereka menjawab: “Sesungguhnya kamu telah tahu bahwa Kami tidak mempunyai keinginan terhadap puteri-puterimu; dan Sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang sebenarnya Kami kehendaki.” Luth berkata: “Seandainya aku ada mempunyai kekuatan (untuk menolakmu) atau kalau aku dapat berlindung kepada keluarga yang kuat (tentu aku lakukan).” Para utusan (malaikat) berkata: “Hai Luth, Sesungguhnya Kami adalah utusan-utusan Tuhanmu, sekali-kali mereka tidak akan dapat mengganggu kamu, sebab itu Pergilah dengan membawa keluarga dan Pengikut-pengikut kamu di akhir malam dan janganlah ada seorangpun di antara kamu yang tertinggal, kecuali isterimu. Sesungguhnya Dia akan ditimpa azab yang menimpa mereka karena Sesungguhnya saat jatuhnya azab kepada mereka ialah di waktu subuh; Bukankah subuh itu sudah dekat?”. Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi, yang diberi tanda oleh Tuhanmu, dan siksaan itu Tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim.” (QS Hud: 77-83)

Kisah Nabi Luth bersama kaumnya berulang kali dikisahkan di dalam berbagai surah Al Qur’an, diantaranya surah Al A’raf, Hud, Al Hijr, Al Syu’ara, An-Naml, Al ‘Ankabut, Al Qamar dan lain-lain yang tergolong surah Makkiyah.

Di dalam surah Hud ini kisah kaum Nabi Luth lebih diperinci dibandingkan surah lainnya. Setidaknya terlihat dari beberapa aspek. Pertama, aspek kejiwaan Nabi Luth, yaitu perasaan beliau yang “Dia merasa susah dan merasa sempit dadanya karena kedatangan mereka”. Ini sangat wajar, sebab Nabi Luth juga manusia biasa namun mendapatkan wahyu Allah. Nabi Luth merasa susah akan kedatangan utusan-utusan Allah itu karena mereka berupa pemuda yang rupawan sedangkan kaum Luth Amat menyukai pemuda-pemuda yang rupawan untuk melakukan homoseksual. Beliau merasa tidak sanggup melindungi mereka jika ada gangguan dari kaumnya.

Kedua, aspek kehancuran moral dan kejiwaan kaum Luth bahwa “sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji.” Maksudnya perbuatan keji di sini mengerjakan liwath (homoseksual). Juga perkataan mereka yang menjijikkan, “Kami tidak mempunyai keinginan terhadap puteri-puterimu; dan Sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang sebenarnya Kami kehendaki.” Padahal binatang saja tidak ada yang mau berhubungan seks sejenis.

Lebih jauh, Allah menyindir keras moral mereka dengan menyatakan, “Maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. tidak Adakah di antaramu seorang yang berakal?” Artinya, mereka bukanlah orang yang bertakwa kepada Allah dan tidak berakal. Sebab tidak mungkin dikatakan bahwa pelaku homoseksual (gay atau lesbian) tidak tercela melakukannya asal mereka bertakwa kepada Allah tetap beribadah dan seterusnya, seperti dinyatakan seorang cendekiawan muslimah. Ia berani menyatakan, “Seorang lesbian yang bertakwa akan mulia di sisi Allah, saya yakin ini” (Jurnal Perempuan, Maret 2008). Perbuatan homoseksual jelas bertentangan dengan sifat takwa kepada Allah, lalu bagaimana dikatakan seorang homoseks bisa bertakwa?! Hal ini lebih ditegaskan dalam firman Allah, “ketika saudara mereka, Luth, berkata kepada mereka: mengapa kamu tidak bertakwa?” (QS Asy Syu’ara: 161)

Ketiga, betapa keras dan dahsyatnya siksa Allah ke atas kaum Luth, Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi. Jika ada yang berseloroh menantang, kalau demikian mengapa sekarang ini azab Allah yang keras itu tidak juga dijatuhkan kepada para pelaku homoseksual zaman ini?

Jawabnya, karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menetapkan misi kedatangan Nabi Muhammad adalah “dan Tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS  Al Anbiya’: 107) Bentuk rahmat Allah setelah diutusnya Nabi Muhammad adalah tidak ada lagi dijatuhkan siksa Allah yang memusnahkan seperti yang menimpa umat-umat nabi terdahulu, karena Allah menginginkan risalah Islam ini kekal dan diterima oleh umat manusia sampai hari kiamat. Imam Ibnu Jarir At Thabari meriwayatkan dengan sanadnya dari Abdullah ibnu ‘Abbas menafsirkan ayat itu, “Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat ditetapkan untuknya rahmat di dunia dan akhirat, dan siapa yang tidak kepada Allah dan Rasul-Nya maka ia dibebaskan dari siksa memusnahkan yang telah menimpa umat-umat sebelumnya.” (lihat Tafsir Ibnu Katsir, vol.5/339)

Perilaku homoseksual yang dimulai oleh kaum Luth ini disebutkan dengan sifat-sifat tercela, “malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas (qawmun musrifun)” (Al A’raf: 81); “bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas (qawmun‘aduun)” (Asy Syu’ara: 166); “sebenarnya kamu adalah kaum yang bodoh (qawmun tajhalun, tidak mengetahui akibat perbuatanmu)” (An Naml: 55). Keseluruhan sifat buruk kaum Luth menunjukkan bahwa mereka sudah rusak akal dan jiwanya, karena Allah telah menghimpun tiga sifat (berlebihan, melampaui fitrah, dan kebodohan). Mereka tidak mengerti bahaya perbuatan terkutuk itu dan dampaknya terhadap reproduksi manusia, kesehatan, akhlak dan etiket umum dan beragam kemunkaran yang lahir darinya. Mereka pun sudah tidak memiliki rasa malu dan akhlak yang mencegah perbuatan keji.

Di dalam surah lain, tindakan keji homoseksual diungkap sebagai, “Apakah Sesungguhnya kamu patut mendatangi laki-laki, memotong jalan dan mengerjakan kemungkaran di tempAt Tempat pertemuanmu?” (al-‘Ankabut: 29) Sebagian ahli tafsir mengartikan taqtha’un as-’sabil dengan melakukan perbuatan keji terhadap orang-orang yang dalam perjalanan karena mereka sebagian besar melakukan homoseksual itu dengan tamu-tamu yang datang ke kampung mereka. ada lagi yang mengartikan dengan merusak jalan keturunan karena mereka berbuat homoseksual. Kebiasaan kaum Luth adalah menghadang para kafilah yang melewati kampung mereka dengan merampas harta, membunuh dan memaksa kaum laki-lakinya berbuat homoseks. Mereka biasa duduk dan memilih di jalan siapa yang ingin mereka setubuhi dari kaum laki-laki. (lihat At Tahrir wa At Tanwir, vol.20/240)

Sanksi terhadap Pelaku Homoseksual

Para ulama bersepakat bahwa praktek homoseksual adalah dosa besar dan pelakunya dilaknat berdasarkan hadis-hadis yang secara mutawatir mengharamkannya. Jabir bin Abdillah Radhiyallahu ‘Anh meriwayatkan hadis dari Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang menyatakan, “Sungguh perkara yang paling aku takutkan atas umatku adalah perbuatan kaum Luth” (HR. At Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad). Ibnu Abbas meriwayatkan hadis marfu’ dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Jika kalian dapati seorang yang mengamalkan perbuatan kaum Luth maka bunuhlah pelaku dan korbannya” (HR. At Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Oleh sebab itulah para sahabat utama seperti Abu Bakar, Ali bin Abi Thalib, Abdullah bin Abbas Radhiyallahu ‘Anh dan lainnya berpendapat bahwa sanksinya adalah dibunuh, baik si pelaku maupun objeknya. Semua sahabat nabi sepakat pelakunya dibunuh. Tapi dengan cara seperti apa, mereka berbeda pendapat.

Bahkan diriwayatkan dari Ali Radhiyallahu ‘Anh ia mengusulkan kepada Khalifah Abu Bakar agar setelah dibunuh dengan pedang, mayat pelakunya dibakar karena maksiat yang melampaui batas. Sementara itu Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘Anh dan Usman bin Affan Radhiyallahu ‘Anh berpendapat dibunuh dengan cara merobohkan dinding lalu ditimpakan keatas pelakunya. Demikian hasil rangkuman Imam Asy Syaukani dalam kitab Al Muntaqa. Imam Mujahid, seorang ulama tabi’in, pernah berkata, “Sekiranya orang yang melakukan perbuatan kaum Luth itu mandi dengan seluruh air hujan yang menetes dari langit dan seluruh air yang memancar dari bumi, maka ia tetaplah najis” (lihat Tafsir Al Manar, vol.8/458). Wallahu A’lam.

Read More >>

Tiga Syarat Kemenangan Islam

Category : 0


isurvive
Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al-Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai.” (QS  At-Taubah: 32-33)

Underground Tauhid–Dalam rangkaian ayat-ayat sebelum ini, Allah menggambarkan penyimpangan-penyimpangan akidah yang dilakukan umat Yahudi dan Nasrani yang menyebabkan akidah Tauhid yang menjadi inti agama yang diwahyukan kepada seluruh Nabi dan rasul menjadi kabur, bias dan rusak. Misalnya dengan menyatakan Uzair dan Isa Al Masih adalah anak Allah, dan menjadikan para pemuka agama dan Al Masih tuhan-tuhan baru tandingan Allah Subhanahu wa Ta’ala (lihat ayat 30-31).

Dalam rangkaian ayat ini kembali ditegaskan bahwa mereka jua lah yang kini hendak memadamkan cahaya Allah, yaitu agama Islam dan kebenaran Al Qur’an sebagai mukjizat Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, setelah mereka berhasil menghancurkan sendi-sendi Tauhid di dalam akidah Yahudi dan Nasrani yang diajarkan oleh Nabi Musa dan Isa. Namun sekali-kali mereka tidak akan pernah berhasil untuk merubah sendi-sendi agama Islam apalagi memadamkan cahaya Allah, karena Allah hendak menyempurnakan cahaya Islam itu meski orang-orang kafir mendengkinya.

Syekh Muhammad Abu Zahrah menulis, “Allah menyamakan upaya penyesatan mereka untuk memadamkan Islam dengan orang yang berupaya memadamkan cahaya matahari di siang bolong dan cahaya bulan purnama, artinya orang yang berusaha menghapus hakikat-hakikat yang nyata adalah jelas sia-sia belaka.” (lihatZahrat At-Tafasir, juz 6/3285)

Syekh Muhammad Rasyid Ridha dalam Tafsir Al Manar (juz 10/343-344) mengutip beberapa usaha kaum Yahudi dan Nasrani (yang dahulu merusak agama mereka) untuk merusak agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Diantaranya, tulis Rasyid Ridha, kaum Yahudi di awal Islam berkembang di Madinah membantu musyrikin Arab dalam memerangi Rasulullah dan umat Islam. Setelah upaya ini gagal dan Allah memenangkan Rasul-Nya dan umat muslim dari makar Yahudi, mereka tak berhenti disitu.

Sepeninggal Rasulullah, Yahudi terus berupaya memadamkan cahaya Islam dengan menebar bid’ah dan memecah belah umat Islam dengan isu suksesi khilafah dan pengkultusan Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘Anh. yang dihembuskan oleh Abdullah bin Saba’. Kelompok inilah, dinyatakan oleh Rasyid Ridha, yang berhasil membunuh khalifah Usman bin ‘Affan Radhiyallahu ‘Anh., dan memicu fitnah antara Ali dan Mu’awiyah Radhiyallahu ‘Anh. Termasuk upaya Yahudi untuk merusak konsep-konsep Al Qur’an dengan masuknya cerita Israiliyyat di dalam kitab tafsir, hadis dan tarikh.

Sedangkan Nasrani Eropa, tulis Rasyid Ridha dengan mengecualikan Nasrani Timur (Mesir, Suriah dan Palestina) yang justru dibebaskan oleh khilafah Islam dari penindasan Kaisar Roma, telah  berupaya memadamkan kekuatan Islam dengan melancarkan perang Salib di abad pertengahan.

Namun, meski semua makar itu terjadi dalam sejarah Islam termasuk juga saat Baghdad ibukota khilafah Abbasiyah dihancurkan oleh kekuatan Mongol, Islam tetap tegak meski mengalami kelemahan di setiap aspek hingga saat ini.

Oleh sebab itulah di ayat 33, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman menjelaskan beberapa alasan mengapa Islam ini akan tetap tegak kokoh meski terjadi berbagai makar untuk menghancurkannya, Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al-Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai.

Dalam ayat tersebut Allah menegaskan tiga macam alasan atau rahasia di balik tetap kokohnya Islam ini meski sepanjang sejarahnya diganggu, diperangi dan hendak dihapus oleh kekuatan yang anti-Islam. Ketiga faktor itu adalah adanya Al Huda (petunjuk Al Qur’an), Dinul Haqq (yaitu Tauhid), dan Allah selaku pemilik dan pencetus Islam itu sendiri yang ingin memenangkannya atas segala agama dan keyakinan palsu.

Pertama, faktor yang menjadikan Islam itu kokoh adalah petunjuk Al Qur’an selama diamalkan oleh umat Islam. Hal ini sungguh jelas sekali, sesuai hadis Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam “Sungguh Allah ta’ala akan mengangkat derajat suatu kaum dengan kitab Al Qur’an ini (dengan mengamalkan petunjuknya) dan juga akan menghinakan suatu kaum dengan Al Qur’an ini (karena telah meninggalkan petunjuknya).” (HR. Muslim dari Umar bin Al Khattab Radhiyallahu ‘Anh)

Kedua, faktor yang menguatkan eksistensi Islam adalah adanya Dinul Haqq yaitu Tauhid atau ‘amal saleh yang berguna di dunia dan akhirat sebagaimana tafsiran Ibnu Katsir (lihat juz 4/120). Maksudnya, Islam akan tetap kokoh selagi ada umatnya yang berlomba melakukan kesalehan dan menegakkan tauhid. Sesuai petunjuk hadis Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, “Satu kelompok dari umatku akan senantiasa menang karena tegak di atas kebenaran (al-haqq), tidak membahayakan mereka para penentangnya sampai datang keputusan Allah dan mereka tetap seperti itu”. (HR. Muslim dari Tsauban Radhiyallahu ‘Anh)

Ketiga, faktor yang menguatkan Islam meskipun selalu terjadi berbagai upaya penyimpangan, penyesatan, pengkaburan, penghancuran dan langkah memerangi Islam, adalah karena Allah Subhanahu wa Ta’ala sendiri yang menjaga eksistensi Islam sampai cahaya kebenarannya betul-betul sempurna. Allah lah yang menjamin kemenangan Islam, dan kita wajib meyakini hal tersebut, dengan tidak terjebak hanya berpangku tangan dengan dalih bahwa Islam pasti dimenangkan Allah. Tugas kita adalah terus berikhtiyar dengan jerih payah dan kontribusi terbaik yang kita miliki untuk menjadi saham kemenangan Islam.

Sehebat apapun makar musuh-musuh Islam untuk menghancurkan Islam, ajaran dan umatnya, Allah menjanjikan kemenangan Islam atas agama lain.

Begitulah Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengajarkan kita optimis, berkaca dari masa lalu, melangkah hari ini dan menatap masa depan. Dari Tamim Ad-Dari Radhiyallahu ‘Anh berkata: saya mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Perkara Islam ini akan sampai sejauh tempat yang dimasuki malam dan siang, dan Allah tak akan membiarkan rumah di kampung dan kota kecuali agama Islam ini masuk ke dalamnya, Ia memuliakan Islam dengannya dan Ia menghinakan kekufuran dengannya” (HR. Ahmad). Hadis yang senada juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam musnadnya dari Al Miqdad bin Al Aswad Radhiyallahu ‘Anh. Demikian, wallahu a’lam.

Read More >>

Sejarah Konstantinopel, Dimanakah Konstantinopel?

Category : 0


aaaaaaaaaaaaaaaa


Sungguh Konstantinopel akan ditaklukkan. Sebaik-baik pemimpin adalah penakluknya dan sebaik-baik pasukan adalah pasukannya,” (HR.Ahmad).

SEJARAH Konstantinopel atau Byzantium sampai kejatuhannya, prediksi Rasulullah, Imam Al Mahdi, Bangsa Arab, Bangsa Persia, invasi besar-besaran Amerika ke Afganistan dan Irak, dan akhir zaman. Berhubungankah?

Byzantium adalah sebuah kota Yunani Kuno yang menurut legenda didirikan oleh para warga koloni Yunani dari Megara pada tahun 667 SM dan dinamai menurut nama raja mereka Byzas atau Byzantas. Nama Byzantium merupakan latinisasi dari nama asli kota tersebut yaitu Byzantion, kota ini kelak menjadi pusat kekaisaran Byzantium (kekaisaran Romawi menjelang dan pada abad pertengahan dengan nama Konstantinopel).

Pada tahun 196 M, kota ini dikepung oleh pasukan Romawi dan menderita kerusakan parah. Byzantium kemudian dibangun kembali oleh Septimus Severus, yang pada saat itu telah menjadi kaisar dan dengan segera memulihkan kemakmurannya. Lokasi Byzantium menarik perhatian Kaisar Romawi Konstantinus I yang pada tahun 330 M, membangun ulang kota itu menjadi Nova Roma. Setelah mangkatnya, kota ini disebut Konstantinopel (Kota Konstantinus). Kota ini selanjutnya menjadi ibukota Kekaisaran Romawi timur.

Kombinasi imperialisme dan lokasi ini mempengaruhi peran Konstantinopel sebagai titik penyeberangan antara dua benua Eropa dan Asia. Kota ini merupakan sebuah magnet komersial, kultural dan diplomatik. Dengan letak strategisnya itu Konstantinopel mampu mengendalikan rute antara Asia dan Eropa, serta pelayaran dari Laut Mediterania ke Laut Hitam.

Pada tanggal 29 mei 1453, kota ini jatuh ke tangan Bangsa Turki Ottoman dan sekali lagi menjadi ibukota dari Negara yang kuat, yakni kerajaan Ottoman. Bangsa Turki menyebut kota ini Istanbul (meskipun tidak secara resmi sampai tahun 1930) dan terus menjadi kota terbesar dari Republik Turki, sekalipun yang menjadi ibukota Turki adalah Ankara.

Jatuhnya Konstantinopel Ke Tangan Pemerintahan Islam

Gaung penaklukan Konstantinopel telah bergema di kalangan kaum muslimin semenjak Rasulullah SAW menyampaikan sabdanya, dari Abu Qubail, ia berkata: “Kami pernah berada di sisi Abdullah bin Amr bin Al-Ash”, ia ditanya: “yang manakah diantara dua kota yang akan ditaklukan lebih dulu, Konstantinopel atau Roma?” kemudian Abdullah meminta peti kitabnya yang masih tertutup. Abu Qubail berkata: “kemudian ia mengeluarkan sebuah kitab dari padanya. Lalu Abdullah berkata: “ketika kami sedang menulis disekeliling Rasulullah SAW tiba-tiba beliau ditanya: “yang manakah diantara dua kota yang akan ditaklukan lebih dulu, Konstantinopel atau Roma? Kemudian Rasulullah menjawab: “kota heraklius akan ditaklukan terlebih dahulu, yakni kota Konstantinopel.”

Menurut Husain hadits ini dikeluarkan oleh ahmad dan terdapat di dalam Al-Mustadrak di beberapa tempat. Dishahihkan oleh AL-Hakim dan disepakati oleh Adz-Dzahabi, juga disepakati oleh Al-Bani di dalam Silsilah Al-Haditsish Shihah 1/8.

Penaklukan Konstantinopel seperti yang diprediksikan Rasulullah di atas, terjadi setelah melewati masa yang amat panjang yakni 8 abad sejak Rasulullah menyampaikan sabdanya.

Read More >>

Hukum Sholat Untuk Orang Bertato

Category : , 0


shalat2

Saya ingin bertanya, apa hukumnya sholat seseorang yang di tubuhnya ada tatto. Sah atau tidak sholatnya? Lalu, bagaimana pula jika saya menjadi makmumnya? Sahkah sholat saya?

Jawaban:

Hukum bertato adalah haram, berdasarkan hadits shahih yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar dan Ibnu Abbas: “Allah melaknat orang yang mentato dan orang yang minta ditato.” 

Adapun sholat orang yang bertato insyaallah tetap sah meski tato itu sendiri haram, karena tato tidaklah termasuk hal-hal yang membatalkan sholat. Namun jika tato tersebut sampai menghalangi sampainya air ke kulit pada saat orang itu bersuci (wudhu ataupun mandi) maka ketika itulah sholat orang tersebut tidak sah, karena bersucinya orang tersebut tidak sah, sementara bersuci merupakan salah satu syarat sahnya sholat.

Oleh karena itu, sholat kita tetaplah sah ketika kita bermakmum di belakang imam yang bertato, sepanjang tato si imam tersebut tidak menghalangi sampainya air sebagaimana dijelaskan diatas. Adapun jika tato si imam menghalangi sampainya air, yang berakibat pada tidak sahnya sholat si imam tersebut, maka sholat orang yang bermakmum di belakangnya juga tidak sah jika si makmum tersebut mengetahui keadaan si imam. Namun jika si makmum tidak tahu, maka sholatnya tetaplah sah.

Yang juga penting, karena tato itu haram maka hendaknya setiap muslim yang bertato mengambil keputusan untuk menghilangkan tatonya. Namun sebelum itu, hendaknya ia berkonsultasi terlebih dahulu kepada ahli kesehatan (dokter), apakah tindakannya untuk menghilangkan tato itu membahayakan kesehatannya ataukah tidak. Jika tidak membahayakan, hendaknya ia segera menghilangkan tato tersebut. Namun jika membahayakan kesehatan, maka cukuplah baginya bertaubat dengan taubat yang sebenar-benarnya, menyesali perbuatannya, dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Selanjutnya bisa melakukan aktifitas ibadah seperti biasa. Wallahu a’lam bish shawab.

(Wawasan Islam)

Sumber
Read More >>

8 Syarat Cara Bertobat

Category : , 7


Bertaubat yang sungguh-sungguh akan menghapuskan dosa

Agar bertaubat dapat sungguh-sungguh dan diterima Allah maka dibutuhkan syarat. Para ulama menjelaskan syarat- syarat taubat yaitu:

1. Islam, tidak sah taubat dari dosa dan kemaksiatan kecuali dari seorang muslim, sebab taubatnya orang kafir adalah masuk islam. Hal ini dijelaskan Allah dalam firmanNya:

وَلاَ الَّذِينَ يَمُوتُونَ وَهُمْ كُفَّارٌ أُوْلَـئِكَ أَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَاباً أَلِيماً

Dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih.” (Qs. An Nisaa:18)

2. Ikhlas. Tidak sah taubat seseorang kecuali dengan ikhlas dengan cara menujukan taubatnya tersebut semata mengharap wajah Allah, ampunan dan penghapusan dosanya. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

إِنَّ اللهَ لاَ يَقْبَلُ مِنَ الْعَمَلِ إلاَّ مَا كَانَ خَالِصًا وَ ابْتَغَي بِهِ وَجْهَ الله

Sesungguhnya Allah tidak menerima satu amalan kecuali dengan ikhlas dan mengharap wajahNya.”
Sehingga seorang yang bertaubat atau meninggalkan perbuatan dosa karena bakhil atas hartanya atau takut dicela orang atau tidak mampu melakukannya tidak dikatakan bertaubat secara syar’I menurut kesepakatan para ulama. Oleh karena itu kata taubat dalam Al Qur’an mendapat tambahan kata ‘kepada Allah’, seperti firman Allah:

إِن تَتُوبَآ إِلَى اللهِ فَقَدْ صَغَتْ قُلُوبُكُمَا

Jika kamu berdua bertaubat kepada Allah, maka sesungguhnya hati kamu berdua telah condong (untuk menerima kebaikan)” (Qs. At Tahrim:4)

3. Mengakui dosanya. Tidak sah taubat kecuali setelah mengetahui, mengakui dan memohon keselamatan dari akibat jelek dosa yang ia lakukan, sebagaimana disampaikan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam kepada A’isyah dalam kisah Fitnatul Ifki:

بَعْدُ يَا عَائِشَةُ فَإِنَّهُ قَدْ بَلَغَنِي عَنْكِ كَذَا وَكَذَافَإِنْ كُنْتِ بَرِيئَةً فَسَيُبَرِّئُكِ اللَّهُ وَإِنْ كُنْتِأَلْمَمْتِ بِذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرِي اللَّهَ وَتُوبِي إِلَيْهِ فَإِنَّالْعَبْدَ إِذَا اعْتَرَفَ بِذَنْبِهِ ثُمَّ تَابَ إِلَى اللَّهِ تَابَاللَّهُ عَلَيْه

Amma ba’du, wahai A’isyah sungguh telah sampai kepadaku berita tentangmu bagini dan begitu. Apabila kamu berlepas (dari berita tersebut) maka Allah akan membersihkanmu dan jika kamu berbuat dosa tersebut, maka beristighfarlah kepada Allah dan bertaubatlah kepadaNya. Karena seorang hamba bila mengakui dosanya kemudian bertaubat kepada Allah niscaya Allah akan menerima taubatnya. (HR Al Bukhori).

4. Menyesali perbuatan dosa yang pernah dilakukannya. Penyesalan memberikan tekad, kemauan dan pengetahuan kepada pelakunya bahwa kemaksiatan yang dilakukannya tersebut akan menjadi penghalang dari Rabbnya, lalu ia bersegera mencari keselamatan dan tidak ada jalan keselamatan dari adzab Allah kecuali berlindung kepadaNya, sehingga muncullah taubat dalam dirinya. Oleh karena itu tidak terwujud taubat kecuali dari penyesalan, sebab tidak menyesali perbuatannya adalah dalil keridhoan terhadap kemaksiatan tersebut, seperti disabdakan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam :

النَّدَمُ تَوْبَةٌ

Penyesalan adalah taubat.”

5. Berlepas dan meninggalkan perbuatan dosa tersebut apabila kemaksiatannya adalah pelanggaran larangan Allah dan bila kemaksiatannya berupa meninggalkan kewajiban maka cara meninggalkan perbuatan dosanya adalah dengan melaksanakannya. Ini termasuk syarat terpenting taubat. Dalilnya adalah firman Allah:

Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah – Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengatahui.” (Qs. Al Imran:135)

Al Fudhail bin Iyaadh menyatakan: “Istighfar tanpa meninggalkan kemaksiatan adalah taubat para pendusta.”

6. Berazzam dan bertekad tidak akan mengulanginya dimasa yang akan datang.

7. Taubat dilakukan pada masa diterimanya taubat. Apa bila bertaubat pada masa ditolaknya seluruh taubat manusia, maka tidak berguna taubatnya. Masa tertolaknya taubat ini di tinjau dari dua sisi:

a. Dari pelaku itu sendiri, maka waktu taubatnya sebelum kematian. Apabila bertaubat setelah sakaratul maut, maka taubatnya tidak diterima. Hal ini dijelaskan Allah dalam firmanNya :

وَلَيْسَتِ التَّوْبَةُ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ حَتَّى إِذَا حَضَرَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ إِنِّي تُبْتُ الآنَ وَلاَ الَّذِينَ يَمُوتُونَ وَهُمْ كُفَّارٌ أُوْلَـئِكَ أَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَاباً أَلِيماً

Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan: “Sesungguhnya saya bertaubat sekarang” Dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih.” (Qs. 4:18)

Hal inipun disampaikan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dalam sabdanya:

إِنَّ اللهَ يَقْبَلُ تَوْبَةَ الْعَبْد مَا لَمْ يُغَرغِرْ

Sesungguhnya Allah menerima taubat hambaNya selama belum sakaratul maut.”

Oleh karena itu Allah tidak menerima taubat Fir’aun ketika tenggelam, seperti dikisahkan dalam firmanNya:

وَجَاوَزْنَا بِبَنِي إِسْرَائِيلَ الْبَحْرَ فَأَتْبَعَهُمْ فِرْعَوْنُ وَجُنُودُهُ بَغْياً وَعَدْواً حَتَّى إِذَا أَدْرَكَهُ الْغَرَقُ قَالَ آمَنتُ أَنَّهُ لا إِلِـهَ إِلاَّ الَّذِي آمَنَتْ بِهِ بَنُو إِسْرَائِيلَ وَأَنَاْ مِنَ الْمُسْلِمِينَ آلآنَ وَقَدْ عَصَيْتَ قَبْلُ وَكُنتَ مِنَ الْمُفْسِدِينَ فَالْيَوْمَ نُنَجِّيكَ بِبَدَنِكَ لِتَكُونَ لِمَنْ خَلْفَكَ آيَةً وَإِنَّ كَثِيراً مِّنَ النَّاسِ عَنْ آيَاتِنَا لَغَافِلُونَ

Dan Kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir’aun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Fir’aun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia:”Saya percaya bahwa tidak ada Ilah melainkan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan. Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami. (Qs. Yunus:90-92)

b. Dari manusia secara umum. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menyatakan :

الْهِجْرَةُ لاَ تَنْقَطِعُ حَتَّى تَنْقَطِعَ الْتَوْبَةُ وَلاَ تَنْقَطِعُ الْتَوْبَةُ حَتَّى تَطْلُعَ الشَمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا

Hijroh tidak terputus sampai terputusnya taubah dan taubat tidak terputus sampai matahari terbit dari sebelah barat.”

Dan sabda beliau :

إِنَّاللهَ يَبْسُطُ يَدَهُ بِاللَّيْلِ لِيَتُوْبَمُسِيئُ النَّهَارِوَيَبْسُطُ يَدَهُ بِالنَّهَارِ لِيَتُوْبَ مُسِيئُ اللَّيْلِ حَتَّىتَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا

“Sesungguhnya Allah Ta’ala selalu membuka tangan-Nya di waktu malam untuk mene-rima taubat orang yang melakukan kesalahan di siang hari, dan Allah membuka tangan-Nya pada siang hari untuk menerima taubat orang yang melakukan kesalahan di malam hari. Begitulah, hingga matahari terbit dari barat.”
Apabila matahari telah terbit dari barat maka taubat seorang hamba tidak bermanfaat, sebagaimana ditegaskan Allah dalam firmanNya :

هَلْ يَنظُرُونَ إِلاَّ أَن تَأْتِيهُمُ الْمَلآئِكَةُ أَوْ يَأْتِيَ رَبُّكَ أَوْ يَأْتِيَ بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ يَوْمَ يَأْتِي بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ لاَ يَنفَعُ نَفْساً إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِن قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْراً قُلِ انتَظِرُواْ إِنَّا مُنتَظِرُونَ

Yang mereka nanti-nanti tidak lain hanyalah kedatangan malaikat kepada mereka (untuk mencabut nyawa mereka), atau kedatangan Rabbmu atau kedatangan sebagian tanda-tanda Rabbmu tidaklah bermanfa’at lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya. Katakanlah:”Tunggulah olehmu sesungguhnya kamipun menunggu(pula)” “. (Qs. Al An’am: 158)

8. Khusus yang berhubungan dengan orang lain maka ada tambahan berlepas dari hak saudaranya, apabila itu berupa harta atau sejenisnya, maka mengembalikannya kepadanya dan bila berupa hukuman menuduh (zina) maka memudahkan hukuman atau memohon maaf darinya dan bila nerupa ghibah, maka memohon dihalalkan dari ghibah tersebut.

Syaikh Muhammad Ibnu Shalih Al Utsaimin berkata: “Adapun bila dosa tersebut antara kamu dengan manusia, apabila berupa harta, harus menunaikannya kepada pemiliknya dan tidak diterima taubtanya kecuali dengan menunaikannya. Contohnya kamu mencuri harta dari seseorang lalu kamu bertaubat dari hal itu, maka kamu harus menyerahkan hasil curian tersebut kepada pemiliknya. Juga contoh lain, kamu mangkir dari hak seseorang, seperti kamu punya tanggungan hutang lalu mangkir darinya, kemudian kamu bertaubat, maka kamu harus pergi kepada orang yang bersangkutan dan memeberikan pengakuan dihadapannya sehingga ia mengambil haknya. Apabila orang tersebut telah meninggal dunia, maka kamu berikan kepada ahli warisnya. Apabila tidak tahu atau ia menghilang darimu dan kamu tidak mengetahui keberadaannya maka bersedekahlah dengan harta tersebut atas namanya agar bebas dari (kewajiban) tersebut dan Allahlah yang mengetahui dan menyampaikannya kepadanya. Apabila kemaksiatan yang kamu lakukan terhadap orang lain berupa pemukulan atau sejenisnya, maka datangilah ia dan mudahkanlah ia untuk membalas memukul kamu seperti kamu memukulnya. Apa bila yang dipukul punggung maka punggung yang dipukul dan bila kepala atau bagian tubuh lainnya maka hendaklah ia membalasnya.

Hal ini didasarkan pada firman Allah:

وَجَزَاء سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِّثْلُهَا

Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, (Qs. 42:40)

فَمَنِ اعْتَدَى عَلَيْكُمْ فَاعْتَدُواْ عَلَيْهِ بِمِثْلِ مَا اعْتَدَى عَلَيْكُمْ

Dan firmanNya:

Oleh sebab itu barang siapa yang menyerang kamu, maka seranglah ia, seimbang dengan serangannya terhadapmu.(Qs. 2:194)

Apabila berupa perkataan (menyakitinya dengan perkataan), seperti kamu mencela, menjelek-jelekinya dan mencacinya dihadapan orang banyak, maka kamu harus mendatanginya dan meminta maaf darinya dengan apa saja yang telah kamu berdua sepakati, sampai-sampai seandainya ia tidak memaafkan kamu kecuali dengan sejumlah uang maka berilah. Sedang yang ke empat adalah apabila hak orang lain tersebut berupa ghibah, yaitu kamu pernah membicarakannya tanpa sepengetahuan nya dan kamu menjelek-jelekkannya dihadapan orang banyak ketika ia tidak ada. Dalam masalah ini para ulama berbeda pendapat. Ada yang menyatakan ia harus mendatanginya dengan menyatakan: “Wahai fulan saya pernah merumpi (menggibahi) kamu dihadapan orang maka saya mohon kamu memaafkan saya dan menghalalkannya”. Sebagian ulama menyatakan: “Tidak menemuinya namun harus diperinci permasalahannya. Apabila orang tersebut telah mengetahui perbuatan ghibah tersebut, maka harus menemuinya dan minta dimaafkan. Namun bila tidak mengetahuinya maka jangan berangkat menemuinya namun cukup memintkan ampunan untuknya dan menyampaikan kebaikan-kebaikannya dimajlis-majlis yang kamu pernah gunakan dalam menggibahinya, karena kebaikan-kebaikan menghapus kejelekan”. Inilah pendapat yang rajih (kuat)”.

Sedangkan Syaikh Saalim bin Ied Al Hilali memberikan syarat bila tidak menimbulkan mafsadat yang lebih besar lagi. Beliau berkata: “Apabila dosa itu berupa ghibah maka ia meminta dihalalkan (dimaafkan) selama tidak mebnimbulkan mafsadat lain akibat dari permintaan maaf itu sendiri. Apabila menimbulkan maka yang wajib baginya adalah mencukupkan dengan mendoakan kebaikan untuknya.”

Lalu bagaimana bisa menyesali perbuatan dosa tentunya dengan mengingat kebesaran Allah yang kita maksiati dan akibat bruk dari dosa tersebut di dunia dan akhirat. Mudah-mudahan bermanfaat.

Read More >>

Hukum Mematikan HP Ketika Sholat

Category : , 0


Terpaksa mematikan HP saat solat tidak membatalkan solat itu.

Saya sering berdiskusi dengan teman-teman yang katanya pernah di ponpes bertahun-tahun masalah membatalkan sholat ketika handphone (HP) berdering. Tanya jawabnya kurang lebih seperti ini:

Tanya : Melakukan gerakan selain dari gerakan sholat lebih dari tiga apakah batalkan sholat?

Jawab: Ya betul.

Tanya lagi: Lalu bagaimana jika dalam keadaan sholat berjamaah di rakaat kedua dalam keadaan duduk kemudian HP bunyi ada panggilan dan untuk mematikan HP perlu gerakan lebih dari tiga gerakan karena merogohnya susah, buka sarung HP, HP dikunci?

Jawab: Tidak usah batalkan sholat karena tidak boleh membatalkan sholat tanpa udzur. Matikan saja HP nya.

Saya jadi bingung, belum ada kesimpulan. Kalau matikan HP, sholat kita batal karena lebih dari tiga gerakan. Kalau tidak dimatikan, orang lain terganggu. Membatalkan sholat juga tidak boleh juga, bahkan ada yang mengatakan haram. Ini tentunya dalam keadaan ketika kita lupa mematikan HP sebelum sholat. Saya mohon kepada ustadz dalil-dalilnya untuk menghilangkan keraguan dalam diri saya tentang masalah ini.

Jawaban

Wa’alaikumussalam wr. wb.
Shalat adalah ibadah yang secara tehnis pelaksanaannya sangatlah rinci dijelaskan oleh Rasulullah saw, karenanya Rasulullah saw bersabda yang artinya “Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat”.

Dan yang termasuk telah dijelaskan oleh Rasulullah saw dengan sangat rinci adalah hal-hal yang tidak membatalkan shalat, apabila kita kerjakan saat kita shalat, diantaranya: menggendong bayi (sebagaimana dilakukan oleh Rasulullah saw dengan menggendong Umamah binti Zainab ketika beliau shalat (HR.Bukhari dan Muslim), membunuh binatang yang membahayakan (sebagaimana perintah Rasulullah saw untuk membunuh ular dan kala jengking saat shalat / HR. Abu Daud, Nasai dan Tirmidzi ), menggaruk badan ketika gatal (sebagaimana dilakukan oleh Ali bin Abi Thalib / HR.Bukhari ) dan yang lainnya

Dari itu semua, bisa disimpulkan, bahwa gerakan-gerakan dalam shalat, selama itu dilakukan untuk kesempurnaan shalat, dan apabila tidak dilakukan justru akan mengganggu shalat, insya Allah tidak membatalkan.

Oleh karenanya, mematikan HP yang lupa untuk dimatikan ketika shalat, kemudian berdering saat shalat, yang apabila tidak kita matikan, justru akan menganggu shalat kita dan shalat orang lain, maka insya Allah tidak membatalkan salat, meskipun harus dengan cara mengeluarkannya dulu dari kantong celana.

Wallahu a’lam bishshawab.
Wassalamu ‘alaikum wrwb.

Read More >>

Tanpa Sadar Wanita Menjadi 'Kafir'

Category : 0


DALAM sebuah redaksi hadits disebutkan ada sosok wanita yang memiliki sifat, “yakfurnal ‘asyir” (kafir kepada suami, maksudnya mengingkari kebaikan suami). Tentu saja bagi sebagian wanita, tentu tidak akan terima bila judul di atas disematkan pada dirinya.

Di saat hatinya senang dan ‘nyaman’ kepada suaminya, seorang istri akan memandang suaminya sebagai sosok yang baik dan ‘sempurna’. Tanpa cacat dan kekurangan. Di saat laju rumah tangga stabil tanpa alang rintangan yang berarti, seorang istri biasanya akan terngiang terus akan kebaikan-kebaikan sang suami.

Berbeda kondisinya manakala perasaan dan hati sang istri tertutupi oleh kekurangnyamanan dan tidakketidaksukaan kepada suami, maka segala bentuk kekurangan dan kekhilafan sang suami nampak nyata di depan mata. Dalam pandangannya, sang suami tak pernah melakukan kebaikan sama sekali pada dirinya. Seakan-akan sang suami selama ini hanya sebatas ‘produsen’ keburukan tanpa henti. Bisa dibayangkan bukan, bagaimana hari-hari berjalan tanpa ada senyum dan sapa di antara keduanya.

Kisah Khaizuran berikut ini mungkin dapat dijadikan pelajaran bagi setiap wanita agar tidak terjerumus kepada kufur nikmat terhadap suami. Khaizuran adalah seorang budak wanita yang dibeli oleh Khalifah Al-Mahdi dari An-Nukhas. Beliau memerdekakannya lalu menikahinya. Beliau juga memenuhi segala kebutuhannya. Namun, setiap kali Khaizuran marah kepada beliau, ia selalu saja berucap di hadapannya, “Aku tidak pernah melihatmu berbuat baik sama sekali!”

Kisah senada juga dilakukan oleh Al-Barmakiyah, seorang budak wanita. Ia dibeli oleh Al-Mu’atamid bin ‘Ubad, seorang raja Maroko, dan menjadikan seorang permaisuri. Ketika Al-Barmakiyah menyaksikan anak-anak perempuan bermain pasir, maka ia teringat masa kecil.

Lalu, ia tertarik untuk bermain pasir seperti mereka. Maka, sang raja pun memerintahkan untuk mendatangkan minyak wangi yang tak terkira jumlahnya yang serupa dengan pasir. Ia pun senang dan bermain dengannya. Namun, ketika ia merasa marah kepada sang raja, serta merta ia berujar, “Sungguh, aku belum pernah melihat kabaikanmu secuil pun!” Sang raja pun tersenyum dan menyela, “Apakah juga pada saat engkau bermain pasir (maksudnya saat ia bermain minyak wangi sebagaimana ia bermain pasir)?” Maka, ia pun merasa malu mendengar ucapan tersebut.

Tabiat mayoritas wanita adalah melupakan kebaikan di saat pasangannya melakukan kekhilafan atau terdapat kekurangan padanya. Seakan-akan kebaikan suami yang sedemikian banyak dan besar tertutupi oleh kekurangan dan kekhilafan yang tak seberapa yang dilakukan oleh suami. Kemesraan saat bulan madu bisa jadi sirna oleh kekhilafan suami yang mungkin dapat dihutung dengan jari. Jerih payah suami seakan-akan menguap bigutu saja tanpa membekas sedikit pun di saat suami melakukan kesalahan yang tak seberapa.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam telah mewanti-wanti kaum wanita dari perilaku seperti ini. Dari Ibnu Abbas, ia berkata, “Nabi Shallallahu ‘alaihi Wassalam bersabda, “Diperlihatkan neraka kepadaku, dan ternyata mayoritas penghuninya adalah kaum wanita lantaran mereka berbuat kufur.” Ditanyakan kepada beliau, “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau bersabda:

يَكْفُرْنَ الْعَشِيرَ وَيَكْفُرْنَ الْإِحْسَانَ لَوْ أَحْسَنْتَ إِلَى إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ

Mereka kufur kepada suami dan mengingkari kebaikan. Sekiranya engkau berbuat baik kepada salah seorang dari mereka selama satu tahun, lalu ia melihat suatu keburukan padamu, tentu ia akan berkata, ‘Aku belum pernah melihat satu kebaikan pun pada dirimu.” (HR. Bukhari).

Bila engkau menyaksikan istrimu memiliki tabiat seperti itu, maka tak perlu cemas dan bersedih hati. Yakinlah, bahwa kebaikan-kabaikan yang sedemikian banyak tak kan pernah sia-sia, manakala engkau lakukan ikhlas karena mengharap ridha Allah. Sekiranya istrimu memungkiri kebaikanmu, yakinlah bahwa Allah Yang Maha Kuasa mengetahui dan mencatatatnya.

Kepada para wanita yang masih memendam karakter seperti di atas, penilaianmu terhadap suaminya seperti itu tak akan membuahkan apa-apa selain bertambah kuatnya rasa bencimu kepada pasanganmu dan itu tak dapat memberikan solusi untuk memperbaiki kesalahan dan kekhilafan suamimu. Berpikir dan berilah penilaian secara obyektif. Tak ada manusia yang sempurna. Semoga nasihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam di atas mampu memberikan suntikan motifasi bagimu untuk senantiasa menjadi istri yang bersyukur dan pandai mengelola perasaannya. Wallahu a’lam.*

Sumber : hidayatullah.com
Oleh : Abu Hudzaifah
Read More >>

Pesan Tersebunyi Windows 8 dan Illuminati

Friday, November 9, 2012 Category : 2


Banyak konspirasi yang terjadi di dunia ini, salah satunya Illuminati, lalu apa Pesan Tersebunyi Windows 8 dan Illuminati


Histori Illuminati Illuminati adalah sebuah persaudaraan kuno yang pernah ada dan diyakini  masih tetap ada sampai sekarang walaupun tidak ada bukti - bukti nyata  keberadaan persaudaraan ini sampai saat ini. Illuminati berarti  Pencerahan Baru. Para penganut Illuminati disebut Illuminatus yang  berarti Yang Tercerahkan.  

Illuminati sebelumnya bernama Perfectibilists didirikan oleh Adam  Weishaupt (1748-1811) seorang keturunan Yahudi yang lahir dan besar di  Ingolstadt, memiliki latar belakang pendidikan sebagai seorang Jesuit  yang lalu menjadi seorang pendeta Katolik dan selanjutnya mengorganisasi  House of Rothschild.   Pada perkembangan selanjutnya, ia beserta organisasi yang dipimpinnya  memiliki pandangan-pandangan yang menyimpang (bid'ah) dari ajaran resmi  gereja Katolik, sehingga ia diekskomunikasi (dilarang mengajarkan  pahamnya) oleh gereja dan dikeluarkan dari kelompok gereja kristiani.  Illuminatus adalah orang - orang yang mencari jawaban apa yang disebut  agama sebagai misteri Tuhan. Menurut mereka dengan ilmu pengetahuan  tidak ada lagi misteri Tuhan, semua ada jawabannya.  

Dalam novel "Angels and Demon" karya Dan Brown; Salah seorang  Illuminatus yang terkenal adalah Galilei Galileo seorang ahli  antropologi yang terpaksa harus dihukum rumah seumur hidup oleh gereja  akibat membuat pernyataan bahwa pusat alam semesta yang bukan bumi  adalah matahari. Pernyataan tersebut dianggap menyinggung gereja karena  secara tidak langsung menyatakan bahwa Tuhan dengan sengaja menempatkan  pusat kehidupan di planet lain.  

Sejak saat itu illuminatus diburu oleh para kaum gereja. Mereka diburu  dan diberi stamp salib didada mereka baru kemudian dibunuh. Illuminati  kemudian bergerak dari bawah tanah sebagai sebuah kelompok rahasia yang  paling dicari oleh gereja. Para illuminatus yang melarikan diri kemudian  bertemu dengan kelompok rahasia lainnya yaitu kelompok ahli batu yang  bernama Freemasonry atau lebih sering disebut sebagai kelompok Mason.  

Perkembangan Illuminati  Sejak bergabung dengan kelompok Freemasonry, illuminati menjadi semakin  kuat karena dibantu oleh jaringan kelompok Freemasonry yang sepertinya  tidak menyadari telah dijadikan alat transportasi aman oleh illuminati.  Illuminati terus diburu oleh gereja. Mereka dicap sebagai penganut paham  Luciferian Conspiracy, dikarenakan mereka, sama seperti halnya  Freemasonry, memiliki ritual pemujaan kepada "Sang Arsitek Agung" / "The  Great Architect", yang dilambangkan oleh mereka berupa "The  Wholeseeing-Eye" / "Mata tuhan" (diambil dari legenda mesir); yang  merupakan simbol dari Lucifer (sebutan setan dalam tradisi kristiani).   Sejak 1782 gerakan Illuminati menyebar dari Denmark sampai ke Portugal,  bahkan lebih jauh lagi. Orang-orang Inggris yang terilluminasi bergabung  dengan orang-orang Amerika membangun Loji Columbia di kota New York  pada tahun yang sama.

Seorang bangsawan muda Rusia, Alexander Radischev,  bergabung di Leipzieg, dan menyebarkan doktrinnya ke kampung halamannya  di St. Petersburg. Di Lisabon seorang penyair bernama Claudio Manuel da  Costa menjadi anggota, dan ketika hijrah ke Brazil ia mendirikan sebuah  cabang dengan dibantu dua orang dokter dari Ouro Preto, Domingos Vidal  Barbarosa dan Jose Alvares Maciel.  
Pada tahun 1788 trio ini melancarkan pemberontakan Illuminati yang  pertama, Inconfidencia Mineira, tetapi pemberontakan itu ditumpas ketika  baru saja berputik oleh raja muda Marquis de Barbacena. Hingga saat  ini, mereka berjuang secara diam-diam melawan dan berusaha meruntuhkan  gereja katolik roma, yang dianggap melambangkan kekuasaan dari Yesus,  musuh Lucifer.
  
Sekedar Hanya Pingin Sharing, Lantas Illuminati Yaitu Grup Rahasia  Layaknya Freemasonry Yang Berupaya Menyebar Luaskan idiologi Mereka.  Inilah iklan windows 8 yg kontroversial itu    



Coba perhatikan baik baik..
ada Gambar mata kan di tangannya..


 Simbol Iluminati yahudi di iklan windows 8   
Read More >>

Powered by Blogger.