> > Periode Sejarah Bangsa Barbar Scythia

Periode Sejarah Bangsa Barbar Scythia

Posted on Tuesday, October 16, 2012 | 1 Comment


Periode Sejarah Bangsa Barbar Scythia


Periode Sejarah Bangsa Barbar Scythia
Sejarah bangsa Scyth/Scythian periode 750-225 SM adalah sebagai berikut:

  • 750 SM: Orang-orang Scyth/Scythia/Scythian (Saka), suatu kelompok penggembala nomad Indo-Eropa, tinggal diantara Don dan Carpathia.
  • 674 SM: Partatua, Raja Scythian menikah dengan seorang ratu bangsa Assyria.
  • 653 SM: Scythian menyerang kerajaan Media.
  • 626 SM: Medes mengalahkan Scythian.
  • 620 SM: Bangsa Scythian menerobos celah Darial di pegunungan Kaukasus menuju Ninoi (Niniveh) dengan menghancurkan Azerbaijan, Mazandran, Jailan, dan Kurdistan.
  • 612 SM: Scythia bekeeja sama dengan Mede/Media dan Babylonia menyerang dan menaklukkan Niniveh, ibukota Assyria.
  • 530 SM: Raja Cyrus dibunuh oleh Ratu Tomyris, seorang ratu dari bangsa Massagetae, yang merupakan anak dari seorang suku Scythia yang hidup di Laut Kaspia.
  • 514 SM: Darius, Raja Persia menyerang Scythia.
  • 424 SM: Herodotus (Bapak Sejarah) menulis kisah bangsa Scythia dalam bukunya yang berjudul The Histories.
  • 360 SM: Raja Atheas menyatukan semua suku Scythia dan memperluas teritorialnya sampai perbatasan Makedonia.
  • 339 SM: Atheas dari Scythia terbunuh dalam perang melawan Raja Philip dari Makedonia.
  • 331 SM: Scythia bergabung dengan Raja Darius untuk memerangi Alexander The Great di Gaugamela. Kemenangan berpihak pada Alexander The Great dari Makedonia putra Philip.
  • 225 SM: Bangsa Celt di barat dan suku Sarmatian di timur menghancurkan kerajaan Scythian.


Raja-raja Scythia 

Dalam bukunya The Scythian karya Tamara Talbot Rice, dia membuat daftar raja-raja yang pernah memimpoin gerombolan bangsa Scythia. Seperti dibawah ini:
  1. Targiatus, dianggap sebagai pemimpin dinasti Phalatae.
  2. Colaxis, yang kemungkinan adalah pendiri dinasti kerajaan Scyth.
  3. Spargapeithes.
  4. Lycus, anak Spargapeithes.
  5. Gnurus, putra dari Lycus.
  6. Partatua (Prothotes) dan anaknya Madyes, berkuasa di Urartu sekitar tahun 630 SM.
  7. Saulius, saudara laki-laki Anacharsis, memerintah pada tahun 589 SM.
  8. Idhantyrsus, bersama dengan Taxacis dan Scopacis melawan Darius pada tahun 516 SM.
  9. Ariapeithes, putra dari Idantyrsus menikah dengan seorang perempuan Yunani dari Istrus seperti orang Scythia dan saudara perempuan dari Thracian, kepala suku Teres.
  10. Scyles, putra dari Ariapeithes.
  11. Octomasades, menggantikan Scyles tepat sebelum Herodotus.
  12. Arianthus, dia mengadakan sensus atas warganya.
  13. Aristagoras memimpin pada tahun 495 SM.
  14. Aertes terbunu dalam pertempuran melawan Raja Philip dari Makedonia pada tahun 334 SM dalam usia 90 tahun.
  15. Agarus melindungi putra termuda Bosphoran, pemimpin Spartocus. Kemudian ia digantikan oleh Pairisades I, orang yang menolak membayar upeti yang berkaitan dengan Scythia. Sebagai akibatnya, dia dibunuh oleh Agarus dalam pertempuran pada tahun 310 SM.
  16. Polakus putra Scylurus.
Banyak raja Scythia yang digelari "Idan Thyrsus", berasal dari kata "Thurs" atau "Thors" yang berarti manusia yang kuat atau "hero" atau perkasa. Dalam bahasa Teuton, kata tersebut berarti a strong robber, seorang perampok yang kuat. Nama Thor sebagai dewa kekuaktan sudah dikenal luas. Jika dikaji dari bahasa Sansekerta, akar kata ini adalah "Thra : jadilah kuat atau perkasa" yang secara radikal adalah "Thrag".

Dengan menganalisis kata Thrag tersebut, dapat diketahui bahwa kata tersebut dapat dihubungkan dengan kata Turk . Dalam bahasa Arab, kata Turk (Taroka) berarti tertinggal, merujuk pada suatu bangsa yan tetinggal di balik gunung. Dalam sumber-sumber Islam, bangsa Turk atau Turki adalah bangsa yang hidup dibalik pegunungan utara, di balik Pegunungan Kaukasus, Pegunungan Hindukush.

Pada fase awal pembebasan Islam zaman khalifah Utsman Bin Affan, sebagian bangsa Turki ini sudah tinggal di Armenia, Azerbaijan, yang berarti mereka telah keluar dari balik pegunungan Kaukasus. Ketika melakukan ekspedisi dalam rangka memerangi Kerajaan Persia, pasukan Islam sempat bertemu dengan orang Turki ini. Pasukan Islam diperintahkan untuk tidak mengganggu orang Turki. Hal itu merupakan tanda ketaatan mereka pada hadis Rasulullah Muhammad S.A.W yang menyebut, "Biarkanlah bangsa Turki selama mereka membiarkanmu".

Dalam beberapa tafsir Al Qur'an, bangsa Turki yang masih tinggal di balik Pegunungan Utara dianggap sebagai bangsa Ya'juj Ma'juj. As-Sa'di menyebutkan Ya'juj Ma'juj adalah bangsa besar yang berasal dari keturunan Yafits bin Nuh, termasuk wilayah Turki dan yang lainnya.
Pada zaman penyebaran  Islam  yan dimaksud wilayah Turki adalah kawasan di balik Pegunungan Kaukaf (Kaukasus) yaitu di utara pengunungan Kaukasus, di Padang Rumput Eurasia. Bangsa Turki yang masih tinggal di balik gunung ini disebut sebagai nenek moyang Ya'juj dan Ma'juj, sebagaimana yang disebutkan dalam Tafsir Al-Maraghi.


Saudara sebangsa Scythia

Bangsa Ya'juj Ma'juj Scythia tak sendirian menghuni padang rumput Eurasia. Jika dikaitkan dengan analisis mendalam tentang sejarah bangsa-bangsa di Padang Rumput Eurasia, dapat diketahui bahwa suku-suku Yakjuj Ma'juj Scythia berasa dari ras Indo-Eropa. Beberapa suku Yakjuj Ma'juj yang berada di Padang Rumput Eurasia adalah suku Arya, Xiongnu, Hun, Mongol, dan Tartar. Semua suku ini disebut oleh orang Arab sebagai bangsa Turk yaitu bangsa yang tingaldi balik pengunungan utara. Suku-suku ini berasal dari nenek moyang yang sama, yaitu Yafits bin Nuh. Mereka adalah bangsa nomad berkuda yang kerap menerobos celah-celah sempit yang hanya diketahui oleh mereka sendiri.
Mereka diberi julukan berbeda oleh para mangsanya, sesuai zaman dan tempat yang mereka jajah.
Anehnya, beberapa penelitian terakhir menunjukkan identitas suku Scythia berasal dari keturunan Israel. Pada saat ini, secara tradisional diketahui bahwa ada banya kelompok etnik Eurasia yang merupakan keturunan bangsa Saka-Scythia. Berdasarkan penelitian DNA, indikasi tersebut juga ada, berdasarkan Teori Haplogroup oleh Hanok ben Galutyah (2007). Sebagian besar orang Eurasia yang ada saat ini adalah keturunan Israel Semit, bukan keturunan Japhet, seperti yang diungkapkan para sejarawan Kristen.
Keterangan Hanok ben Galutyah tersebut dapat mematahkan pernyataan para Evangelis dan Zionis bahwa gog Magog yang akan muncul pad akhir zaman adalah kelompok bangsa-bangsa Muslim.
Sebelum dijajah rusia, orang Scythia di Siberia dipercaya menyembah matahari atau dikenal sebagai Tengrianism, menurut bahasa Turki dari Asia Tengah. Mereka beragama Shaman, ketika Rusia menjajah penduduk Scythia mulai berganti agama menjadi Kristen Ortodok.


Republik Sacha : Negara Scythia modern ?

 

Didalam internet, ada website tentang sebuah negara yang bernama Republik Sacha. http://de.wikipedia.org/wiki/Republik_Sacha
Negara ini terletak di Siberia, Rusia utara dengan bendera bersimbol kuda dengan seorang penunggang yang membawa bendera. Simbol-simbol seperti itu adalah simbol yang biasa digunakan oleh suku-suku Scythia, yamg merupakan suku pertama di bumi yang berhasil menjinakkan kuda. Model bendera tersebut mirip dengan simbol-simbol yang ada di Mongolia.


Bukti Arkeologis bangsa Ya'juj Ma'juj Scythia mendiami wilayah Eurasia

Pada tahun 1995, beberapa ahli arkeologi Rusia menemukan mumi seorang laki-laki penunggang kuda bangsa Scythia. Mumi yang berusia 2.500 tahun ini ditemukan dalam keadaan terkubur dalam potongan es setebal tujuh kaki di Siberia, berdekatan dengan perbatasan Mongolia dan Cina. Mumi tersebut terletak di dataran tinggi Ukok dengan ketinggian lebih dari 6.500 kaki di atas permukaan laut. Dataran Ukok adalah daratan batu tebal dan tertutup es sepanjang tahun. Kondisi itulah yang menjadikan jasad penunggang kuda Scythia itu awet. Mumi Scythia ini dikuburkan dengan upacara tertentu. Ia memakai mantel bulu binatang dengan sepatu boot tinggi kulit disertai dengan kuda di sampingnya. Dan juga peralatan seperti kapak, anak panah, dan belati.
Fakta bahwa budaya Scythia ini meluas hingga lebih dari 2000 mil ke timur Ukraina, dan dibuktikan dengan penemuan makam di Lembah Chilikta di timur Kazahktan yang diberitakan Rusia pada 1965 : "...ini membuktikan budaya benda-benda buatan Scythia tersebar hingga ke perbatasan Mongolia sejak abad ke-6 SM"
Kuburan orang Scythia pada abad ke-6 hingga ke-2 SM banyak tersebar di kawasan utara dan timur Laut Hitam. Dalam banyak kasus, Herodotus membuat garis batas pada zamannya sebagai "Scythia". Para penelitia dari Sovyet berusaha keras mengungkap bukti arkeologis dari pekuburan bangsa Scythian yang ditemukan di area yang luas di utara. Ada lebih dari 1200 kuburan di kawasan Crimea yang diteliti oleh A.Lskov, antara tahun 1961 hingga 1972.
Ratusan kuburan orang Scythia dari abad ke-4 dan ke-3  M ditemukan sejak tahun 1930-an oleh B. Grakow, A.Trenoschkin, dan E.Tsrechenenko di Ukraina. Salah satu pengaruh penemuan Sovyet (sekarang Rusia) ini adalah penemuan-penemuan menjadi bukti otentik kebenaran tulisan Herodotus tentang bangsa Scythia. Karena itu, para ahli pelopor tentang Scythia yaitu, Tamara Talbot Rice, T.Sulimirski dan lainnya menyatakan tulisan tentang Scythian yang ditulis oleh Herodotus dapat dipertahankan kebenarannya.
Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa bangsa Scythia adalah bangsa Gog  Magog (Ya'juj dan Ma'juj) yang mendiami kawasan utara Asia (Padang rumput Eurasia) secara mengembara. Hali ini dapat dibuktikan dengan penemuan-penemuan arkeologi pekuburan dan mumi orang Scythia. Keturunan mereka tersebar dari Eropa Timur (Ukraina, Rumania, Rusia) hingga ke Mongolia.


Penduduk asli Republik Sacha

Bersambung.


Comments:1

  1. tulisan yang bagus, dan akan lebih ilmiah jika disertai sumber rujukan sehingga pembaca tidak ragu lagi. selamat berkarya

    ReplyDelete

Powered by Blogger.