> > Firman Suci: Tefilah dan Berakhot

Firman Suci: Tefilah dan Berakhot

Posted on Sunday, March 18, 2012 | No Comments


BAGIAN V: FIRMAN SUCI
TEFILAH DAN BERAKHOT

meskipun termasuk dalam peribadatan (ritual), saya sengaja meletakkan Tefilah (Do'a) dan Berakhot (Berkat) di bagian Firman Suci, bukan Hukum-hukum...

hal itu dikarenakan tefilah dan berakhot memiliki kekuatan secara spiritual dan membangun dikarenakan kesucian dan kekudusan dalam mengucapkan keduanya, karena Adonay menyukai orang-orang yang rendah hati dan tulus dalam berdo'a serta yang suka memberkati setiap orang dibandingkan mengutuk orang-orang...


TEFILAH

Tefilah atau T'filah (תפלה) berasal dari akar pe-lamed-lamed yang secara harafiah artinya "menilai diri sendiri"..

asal kata ini mengejutkan memberikan wawasan tentang maksud dari do'a Yahudi yang berguna untuk menilai diri sendiri... yang terpenting, sebagian besar dari do'a-do'a Yahudi, apakah itu do'a permohonan, syukur, puji-pujian untuk Adonay, atau pengakuan, adalah bentuk introspeksi yang mana kita habiskan waktu dengan mengingat dan mengucapkan do'a-do'a kepada Adonay...

untuk orang-orang Yahudi yang taat dan bertaqwa, do'a bukan hanya sesuatu yang terjadi dalam esnoga sekali seminggu (atau bahkan tiga kali sehari)... do'a merupakan bagian integral dari kehidupan sehari-hari... bahkan, salah satu do'a yang paling penting dalam Yudaisme, yaitu Birkat Ha-Mazon, tidak pernah dibacakan di esnoga...

Yahudi yang taat selalu mengingat Adonay, dan mempererat hubungannya dengan Adonay, karena mereka terus berdo'a kepada-Nya...

pikiran pertama mereka di pagi hari, bahkan sebelum beranjak dari tempat tidur, adalah do'a rasa berterima kasih menghidupkan atau mengembalikan jiwa mereka yang tertidur pula...

Yudaisme tidak mengenal do'a yang harus dibaca setiap kali sebelum menikmati semua kesenangan materi; seperti makan atau memakai baju baru; do'a-do'a untuk membaca sebelum melakukan mitsvah (perintah), seperti mencuci tangan atau lilin pencahayaan; do'a-do'a untuk membaca saat melihat sesuatu yang tidak biasa, seperti gerhana, pelangi, atau sebuah tragedi besar... namun semakin banyak seseorang berdo'a, semakin ia diperkuat oleh Syekinah-Nya...

semua do'a-do'a merupakan tambahan untuk pelayanan do'a formal, yang dilakukan tiga kali sehari setiap hari kerja dan waktu tambahan pada Sabat dan festival...

banyak orang saat ini tidak melihat perlunya do'a formal...

"aku berdoa ketika aku merasa terinspirasi untuk berdo'a" kata mereka... sikap ini mengabaikan dua hal penting, yaitu; tujuan do'a dan kebutuhannya...

salah satu tujuan dari t'filah adalah untuk meningkatkan kesadaran kita kepada Adonay dalam kehidupan sehari-hari dan peran yang Adonay lakukan dan rencanakan dalam hidup kita...

jika hanya berdo'a ketika kita merasa terinspirasi (yaitu, ketika kita baru menyadari Syekinah-Nya), maka kita tidak akan meningkatkan kesadaran kita akan Tuhan...

dalam t'filah, ada yang disebut qavanah (קבנה) yaitu pola pikir (mindset) dalam berdo'a...

ketika kita ucapkan do'a yang sama setiap hari, hari demi hari, dan kita mungkin berharap bahwa do'a itu akan diucapkan secara rutin, namun lama-kelamaan pasti kita akan mulai kehilangan makna dari do'a yang kita ucapkan (karena kebiasaan atau rutinitas)...

seperti yang saya katakan di atas, bahwa bagian paling penting dari do'a adalah introspeksi dan penilaian atas diri sendiri... bagaimana bisa do'a itu memiliki kekuatan spiritual apabila kehilangan makna oleh sang pengucap do'a?! maka dari itu, kerangka pikiran yang tepat itu sangat penting untuk do'a...

pola pikir untuk do'a itulah yang disebut sebagai qavanah, yang umumnya diterjemahkan sebagai "konsentrasi" atau "niat"... tingkat minimum qavanah adalah kesadaran bahwa seseorang berbicara kepada Adonay dan niat untuk memenuhi kewajiban untuk berdo'a...

jika kita tidak memusatkan pikiran dalam do'a, maka kita sama saja tidak berdo'a, kita hanya membaca sesuatu yang tidak dipahami... sama halnya dengan mengerjakan sesuatu tapi tidak dimengerti apa yang kita kerjakan...

selain itu, Yudaisme tidak mengekang do'a yang diucapkan dalam bahasa selain Ibrani, karena Adonay memahami setiap bahasa manusia dan apapun yang keluar dari mulut setiap orang... Dia lebih menyukai orang yang berdo'a dengan bahasa Jawa daripada orang yang menghina orang lain dengan bahasa Ibrani...

meskipun demikian, ada do'a-do'a yang dianggap sakral diucapkan dalam Bahasa Ibrani, dan itu akan kita bahas nanti di bagian Liturgi Yahudi...


BERAKHOT

Berakhot (ברכות) artinya "berkat-berkat" atau "keberkatan"... berakhot adalah salah satu jenis khusus dalam do'a (tefilah)...

berakhot dibacakan baik sebagai bagian dari layanan esnoga sehari-hari dan peristiwa-peristiwa seperti keadaan bencana alam, musibah, dan suasana peperangan... cara membedakan berakhot dengan tefilah yang mudah dikenali adalah: selalu dimulai dengan kata "barukh" (diberkati ...)

kata "barukh" dan "berakhah" keduanya berasal dari akar Bahasa Ibrani, Bet-Resy-Kaf, yang berarti "lutut"..

hal ini mengacu pada praktek menunjukkan rasa hormat dengan menekuk lutut dan membungkuk (hampir seperti ruku)...


ada beberapa tempat dalam liturgi Yahudi di mana gerakan ini dilakukan, kebanyakan dari mereka dilakukan pada saat berakhah adalah dibacakan...

siapa yang memberkati? ini menjadi pertanyaan umum orang-orang kafir, terutama orang-orang yang menggunakan Bahasa Inggris sehari-hari..

hal ini dimaklumi, karena berkat sebenarnya adalah kata khusus dalam sebuah agama; seperti misalnya dalam Islam yaitu "barakah" (بركة), dalam Hinduisme yaitu "yajna" (यज्ञ), dan lain-lain...

istilah "blessing" dalam Bahasa Inggris diperkenalkan oleh Kekristenan yang dimaksudkan "berakhot" dalam Bahasa Ibrani, hal ini seperti di Indonesia, kata "berkat" atau "berkah" juga diperkenalkan oleh Islam yang dimaksudkan "barakah" dalam Bahasa Arab...

kembali ke pertanyaan semula, siapa yang memberkati? biasanya, mereka memahami arti "berkat" adalah sesuatu yang berfaedah atau memberi manfaat dari ucapan seseorang kepada lawan bicaranya... jika dalam Liturgi Katholik, pengucapan berkat dilakukan seorang imam besar, maka apakah Tuhan merestui berkat tersebut? apakah Tuhan memberkati manusia berarti penciptaan membawa manfaat bagi Tuhan?

kebingungan ini karena kata Ibrani "barukh" bukan merupakan kata kerja yang menggambarkan apa yang kita lakukan Adonay; melainkan itu adalah kata sifat yang menggambarkan Adonay sebagai sumber dari semua berkat... ketika kita membaca berakhah, kita bukan berkat Adonay; tapi kita mengekspresikan rasa takjub betapa kita semua adalah orang-orang yang diberkati-Nya...

semua berakhot menggunakan frase:

ברוך אטה השם אלהינו ולם מלך הא
barukh atah hasyem, elohinu, olam melekh ha

"Terpujilah Engkau Tuhan (Ha-Syem), Allah kami (Elohinu), Raja Alam Semesta (Malkhut)"

Leave a Reply

Powered by Blogger.