> > Tempat-Tempat: Hekhal Syelomoh (Qodesy Ha-Qodasyim)

Tempat-Tempat: Hekhal Syelomoh (Qodesy Ha-Qodasyim)

Posted on Saturday, February 18, 2012 | No Comments


BAGIAN III: TEMPAT-TEMPAT
HEKHAL SYELOMOH (QODESY HA-QODASYIM)

Hekhal Syelomoh (היכל שלמה) artinya "Kuil Salomo" (The Temple of Solomon).. bangunan suci ini sebagai pusat kegiatan Yudaisme dibangun oleh Raja Nav Syelomoh dan dibangun di atas Qodesy Ha-Qodasyim (קודש חה קדשים) yang berarti "Kekudusan yang Kudus"...

di Alkitab Indonesia diterjemahkan menjadi Bait Allah atau Bait Suci, sebenarnya tepat, tetapi untuk membedakan antara rumah ini dengan Baytullah (بيت الله) di Makkah yang diimani kaum Muslim sebagai Tanah Suci Utama, maka Yudaisme tidak memakai istilah ini...

Bait Suci atau Beyt Ha-Miqdasy (בית המקדש) lebih cocok sebagai nama lain dari Hekhal Syelomoh karena kekudusan tempat itu... dalam Bahasa Arab disebut Baytul Maqdis atau Baytul Muqaddas (بيت المقدس)...

dalam Kekristenan, Beyt Ha-Miqdasy adalah Yesus Kristus, karena kesucian rumah itu ada dalam diri Yesus... Yudaisme tidak mengimani hal itu, karena Yesus bukanlah Tuhan, rumah hanyalah rumah, kekudusan rumah tsb tidak mempengaruhi kekudusan Adonay...

dalam Islam, Baytul Maqdis adalah tempat kelahiran nabi-nabi Islam (Dawud, Sulayman, 'Isa, dan lainnya) dan tempat dimana Muhammad mengklaim telah melakukan Isra' Mi'raj (Perjalanan di Malam Hari dari Makkah ke Yerusalem lalu ke Sidratul Muntaha atau Persemayaman Allah)... Yudaisme juga tidak mengimani hal itu karena nabi-nabi Islam itu adalah nevi'im Yahudi dan kegiatan Muhammad tsb dinilai Yudaisme tidak masuk akal...

oleh karena itu, rumah ini masih diperseterukan oleh 3 agama besar; Yahudi, Kristen, dan Islam karena masing-masing menilai ini adalah tempat suci mereka... saat ini, Beyt Ha-Miqdasy telah dihancurkan dan dibangun di atasnya Masjidil Aqsha' (Tanah Suci Ketiga Islam) dan Qubbatus Sakhrah (Kubah Batu tempat Muhammad mengimami shalat bersama para nabi)...

SEJARAH MULA-MULA

Nav Syelomoh sekaligus Raja Israel membangun Beyt Ha-Miqdasy untuk menjadi pusat kegiatan Yudaisme di atas "Tanah Yang Dijanjikan" yaitu Erets Yisyra'el (ארץ ישראל) sekitar tahun abad ke-10 SM... di sinilah orang-orang Yahudi bisa menjalankan ajaran Torah yaitu korbanot (קרבנות) atau pengorbanan hewan ternak menjadi sesajian sebagai wujud kesetiaan kepada Adonay...

sebelumnya, di atasnya adalah Misykan (משכן) atau Kemah Suci yang di zaman Nav Mosyeh dibangun di Sinai... setelah penaklukkan oleh Nav Yehosyu'a, maka dibangun di atas Yerusalem...

Beyt Ha-Miqdasy ini terus bertahan sampai tiba serangan yang membuat runtuhnya Kerajaan Yehudah (Yerusalem berada di situ)... Kerajaan Babylonia-Chaldea yang dipimpin Raja Nebukadnezzar menghancurkan Yerusalem sampai rata dengan tanah pada tahun 586 SM dan seluruh orang Yahudi diasingkan ke Babylonia... masa ini disebut Masa Pembuangan ke Babel..


lalu, Nav Ezra berhasil memimpin Yahudi menuju Yerusalem kembali dan seorang kohen bernama Zeryubavelberhasil membangun kembali Beyt Ha-Miqdasy bersama orang-orang dari suku Yehudah pada tahun 515 SM... bertahan terus sampai Romawi menduduki Israel..

ketika Herodes Agung menjadi raja atas Kerajaan Palestina (negara boneka atau federal Romawi), dilakukanlah renovasi oleh Herodes Agung tahun 19 SM..

kemudian, pada tahun 70 M terjadi pemberontakan besar-besaran oleh orang Yahudi di Yerusalem sehinggaJenderal Titus memutuskan menghancurkan Beyt Ha-Miqdasy...

sejak itu, orang Yahudi keluar dari Yerusalem dan menuju ke berbagai tempat di seluruh dunia sampai didirikannya Negara Israel tahun 1948 M, masa ini disebut Diaspora..

Kaisar Yulianus pernah mengeluarkan kebijakan perizinan bagi pembangunan Beyt Ha-Miqdasy ini namun justru ditolak oleh orang Yahudi dengan alasan dugaan Yulianus ingin mendewakan dirinya di atas Beyt Ha-Miqdasy... dugaan ini tepat, karena sejak demonstrasi Yahudi atas penolakan itu, Kaisar Yulianus menyogokRav Hilqiyah namun ditolak mentah-mentah...

di atas tanah yang kosong itu, Kaisar Hadrianus mendirikan Kuil Jupiter sehingga membangkitkan kemarahan sejumlah orang Yahudi... pergerakan militer dilakukan oleh Bar Kokhba namun digagalkan...

kaum Muslim mula-mula di Makkah melakukan shalat (ibadah doa utama Islam) dengan menjadikan Beyt Ha-Miqdasy sebagai kiblat sebelum akhirnya dipindahkan ke Baytullah di Makkah...

ketika Muslim menaklukkan Palestina, Khalifah 'Umar memperbaharui Kuil Jupiter itu dengan Masjidil Aqsha(المسجد الاقصى) yang artinya "Masjid yang Jauh" dan membangun Qubbatus Sakhrah (Dome of Rock) di pelataran kompleks itu untuk peringatan peristiwa Isra' Mi'raj Muhammad tahun 612 M.. 'Umar pun mengadakan shalat Jum'at pertama di situ...

hal ini tidak membangkitkan kemarahan Yahudi, karena kaum Yahudi masih diizinkan beribadah di dalamnya oleh kaum Muslim namun dilarang melakukan kegiatan korbanot... lalu, Khalifah 'Abdul Malik dari Dinasti Umayyah merenovasi Masjidil Aqsha dengan bentuk seperti sekarang..


sejak itu, orang Yahudi semakin rajin berdo'a dan menurut Maimonides, Adonay sengaja membiarkan Beyt Ha-Miqdasy hancur karena supaya orang Yahudi semakin rajin berdo'a... do'a adalah ibadah paling utama dalam Yudaisme dibanding korbanot...

perseteruan antara Islam dan Kristen pada Perang Salib membuat orang-orang Yahudi yang masih menetap di Yerusalem tidak tenang... mereka akhirnya meninggalkan Yerusalem dan menuju daerah lain di penjuru dunia...

setelah kemerdekaan Israel, kebijakan-kebijakan Pemerintah cukup mendukung berdirinya kembali Beyt Ha-Miqdasy... namun, perjuangan Muslim cukup kuat...

pada tanggal 21 Agustus 1969, IDF membakar Masjidil Aqsha' untuk mematahkan gerakan perjuangan Palestina.. namun, yang terjadi sebaliknya, pecahlah Intifadhah Pertama (Perjuangan Besar-besaran Palestina) dan OKI (Organisasi Konferensi Islam) juga didirikan untuk memerdekakan Palestina...

saat ini, harapan orang Yahudi tidak sia-sia... usaha pembangunan tersebut telah dilaksanakan secara bertahap tetapi masih perlu pendekatan yang baik dengan Muslim demi menjaga iklim politik dan agama tetap baik...

TEMBOK RATAPAN

sejak penghancuran Beyt Ha-Miqdasy oleh Titus tahun 70 M, orang Yahudi semakin rajin berdo'a.. dan mereka mengadakan kegiatan do'a di Tembok Ratapan di sebelah barat Masjidil Aqsha karena diduga tembok itu adalah tembok satu-satunya yang masih utuh dibangun oleh Nav Syelomoh...

panjang tembok itu 60 meter (dulunya 485 meter) dan dinilai sebagai tempat "kehadiran Adonay" (syekinah).. disebut "ratapan" karena tembok itu dipenuhi air mata tangisan Yahudi atas kerinduannya dengan Beyt Ha-Miqdasy... sambil menyanyikan mazmur pujian dari Tehillim, kaum Yahudi tidak akan pernah bisa membendung tangis haru di situ, terlihat jelas ajaran Yudaisme bahwa keimanan yang seharusnya tetap kokoh bukan bangunannya...

Leave a Reply

Powered by Blogger.